RADARBANYUWANGI.ID – Suasana berbeda tampak di halaman SDN Kebalenan, Senin (2/3). Ratusan siswa asal Gugus Sekolah (Guslah) 5 Banyuwangi, yakni SDN 1 Kebalenan, SDN Sumberejo, SDN Model, SDN Tamanbaru, SDN 1 Kertosari, SDN 2 Kertosari, SDN Sobo, dan SD Muhammadiyah 2 Pakis Duren mengikuti kegiatan pondok Ramadan yang dikemas edukatif dan menyenangkan.
Tidak hanya memperdalam nilai keagamaan, para pelajar juga mendapatkan pencerahan tentang etika bermedia sosial dan literasi digital.
Kegiatan berlangsung gayeng dan interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu narasumber dari Radar Banyuwangi, Bagus Rio Rohman.
Edukasi Santun Bermedsos Jadi Pembelajaran Baru
Dalam materinya, Bagus Rio menekankan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak siswa memahami dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget serta internet.
Materi tentang santun bermedsos dan literasi digital menjadi hal baru bagi sebagian besar siswa.
Tak sedikit dari mereka yang mengaku aktif menggunakan gawai, baik untuk bermain gim maupun mengakses media sosial.
Kepala SDN 1 Kebalenan, Tatik Sugiwati, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengenalan etika bermedia sosial sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Adanya pengenalan atau materi santun bermedsos dari Radar Banyuwangi menjadi pembelajaran bagi siswa-siswi kami. Tidak sedikit dari siswa yang juga kecanduan gadget,” ujarnya.
Ia menilai, literasi digital perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Hadiah Menarik Bikin Siswa Makin Semangat
Agar suasana tidak monoton, sesi materi diselingi kuis interaktif. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik berupa mainan hingga uang tunai dari narasumber.
Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap peserta yang maju ke depan. Metode tersebut dinilai efektif untuk membuat siswa lebih fokus dan berani menyampaikan pendapat.
Selain materi literasi digital, pondok Ramadan juga diisi berbagai kegiatan positif lainnya. Mulai dari penampilan hadrah, pembacaan puisi religi, hingga aktivitas keagamaan yang memperkuat karakter siswa selama bulan suci.
Harapan Pondok Ramadan Terus Berlanjut
Tatik berharap kegiatan pondok Ramadan yang digelar setiap tahun ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa.
“Semoga setiap tahun ada, sehingga bisa bermanfaat untuk para siswa-siswi untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif selama bulan suci Ramadan,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan edukatif tidak harus selalu terpusat di satu tempat. Sekolah dapat menjadi ruang belajar yang fleksibel dan terbuka untuk kolaborasi berbagai pihak.
“Kegiatan pondok Ramadan tidak harus terpaku di kantor Radar Banyuwangi. Di sekolah ataupun di manapun, siswa bisa belajar dengan baik. Terpenting ilmunya dapat terserap para pelajar,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperkuat nilai spiritual selama Ramadan, tetapi juga semakin cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi di era digital. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin