RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena langit langka akan menghiasi malam Ramadan. Pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total.
Bulan yang biasanya bersinar terang perlahan berubah menjadi merah gelap. Fenomena yang kerap disebut “Blood Moon” ini bukan sekadar tontonan astronomi, melainkan juga momentum spiritual bagi umat Islam untuk mengingat kebesaran Allah SWT.
Baca Juga: Prediksi Port Vale vs Bristol City: Beda 37 Level, Mampukah Tuan Rumah Ciptakan Kejutan di FA Cup?
Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber astronomi nasional dan laporan media seperti CNBC Indonesia, fase total gerhana berlangsung:
- Mulai totalitas: 18.03 WIB
- Puncak gerhana: 18.33 WIB
- Berakhir totalitas: 19.03 WIB
- Durasi totalitas: 59 menit 27 detik
Artinya, momen gerhana terjadi tepat setelah waktu berbuka puasa di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini dinilai sangat ideal untuk pelaksanaan shalat khusuf (shalat gerhana bulan).
Secara astronomi, gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Inilah yang membuat warnanya tampak merah gelap.
Baca Juga: Perang AS–Israel vs Iran Memanas, 58.873 Jemaah Umrah Indonesia Terancam Tertahan di Arab Saudi
Hukum Shalat Khusuf Saat Gerhana Bulan
Para ulama fikih sepakat bahwa hukum mendirikan shalat khusuf adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Ketetapan ini berlaku baik untuk gerhana matahari maupun gerhana bulan, tanpa membedakan kondisi safar (bepergian) atau mukim (menetap).
Kesepakatan tersebut didasarkan pada dalil Al-Qur’an serta hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam memperbanyak doa, zikir, dan shalat ketika terjadi gerhana.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan bahwa shalat gerhana termasuk ibadah yang dianjurkan sebagai bentuk ketundukan dan penghambaan kepada Allah SWT saat terjadi fenomena alam yang luar biasa.
Baca Juga: Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi ke Dandim 0825, Perkuat Sinergi TNI–Polri Jaga Kamtibmas
Secara fikih, shalat Gerhana Bulan hanya dapat dilaksanakan apabila fenomenanya kasat mata, yakni terlihat jelas proses tertutupnya Bulan oleh bayangan Bumi.
Gerhana 3 Maret 2026 memenuhi syarat tersebut karena dapat disaksikan secara langsung di seluruh wilayah Indonesia, selama kondisi cuaca cerah.
Dengan demikian, umat Islam memiliki dasar yang kuat untuk menunaikan shalat khusuf secara berjamaah di masjid maupun secara munfarid (sendiri) di rumah.
Tata Cara Shalat Khusuf
Berbeda dengan shalat sunnah biasa, shalat khusuf memiliki tata cara khusus.
Shalat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Namun, setiap rakaat terdiri atas:
- Dua kali berdiri
- Dua kali membaca Al-Qur’an
- Dua kali rukuk
- Dua kali sujud
Shalat gerhana tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Sebagai gantinya, diserukan kalimat: “Ash-Shalatu Jami’ah” yang berarti “Marilah kita melaksanakan shalat berjamaah.”
Setelah shalat selesai, imam disunnahkan menyampaikan khutbah untuk mengingatkan jamaah agar memperbanyak istigfar, doa, zikir, dan sedekah.
Baca Juga: Rel Kereta Api Tak Lagi Tenggelam, Ini Jurus Baru Menteri PU Jelang Mudik
Ada satu catatan penting yang patut menjadi perhatian. Menurut laporan media teknologi dan sains seperti DetikInet, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 merupakan yang terakhir dapat diamati dari Indonesia hingga akhir 2028.
Artinya, setelah malam ini, masyarakat Indonesia harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan fenomena serupa.
Momentum ini tentu menjadi kesempatan langka, terlebih karena terjadi di bulan suci Ramadan. Selain menyaksikan keindahan langit, umat Muslim dianjurkan memaksimalkan ibadah malam dengan doa, zikir, dan memperbanyak sedekah.
Gerhana bukanlah pertanda mistis atau kejadian luar biasa yang perlu ditakuti. Dalam ajaran Islam, fenomena ini adalah tanda kekuasaan Allah SWT sekaligus pengingat agar manusia senantiasa kembali kepada-Nya.
Maka, ketika Bulan perlahan berubah menjadi merah gelap pada Selasa petang nanti, semoga bukan hanya mata yang menyaksikan, tetapi juga hati yang tersentuh.
Editor : Ali Sodiqin