RADARBANYUWANGI.ID – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Guntur Priambodo membuka kegiatan Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 Hijriah di aula LKSA Budi Mulya, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu sore (28/2).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI itu diikuti 100 anak yatim dari empat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan di Banyuwangi.
Acara berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu sore (28/2) hingga Minggu pagi (1/3). Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembinaan keagamaan yang dikemas dalam berbagai sesi interaktif.
Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanto, mengatakan Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan merupakan program nasional Baznas RI yang digelar serentak di 20 titik pada sepuluh provinsi di Indonesia.
“Salah satunya di LKSA Budi Mulya Banyuwangi ini,” katanya.
Ia menjelaskan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah program tersebut karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pembinaan anak yatim dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Diikuti Empat LKSA di Banyuwangi
Pengurus LKSA Budi Mulya, Yudi Setyo Prayogo, mengaku bangga karena panti asuhan yang dikelolanya terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut.
“Pesantren ini diikuti oleh 100 anak yatim dari LKSA Budi Mulya Banyuwangi, LKSA Husnul Khotimah Rogojampi, LKSA Al Qolam Tegalsari, dan LKSA Rumah Tumbuh Rogojampi,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas wawasan keislaman anak-anak panti asuhan.
Ketua Panitia Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan, Fian Mardy Akbar, menambahkan bahwa kegiatan dibagi dalam tiga sesi selama dua hari. Materi yang diberikan berfokus pada pembinaan akidah, akhlak, serta penguatan ibadah di bulan Ramadan.
“Peserta mendapatkan ilmu baru tentang wawasan Islam sehingga menambah keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan,” tuturnya.
Perkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
Selain Sekkab Guntur Priambodo, acara pembukaan juga dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banyuwangi, serta Lurah Sumberejo.
Dalam kesempatan tersebut, Sekkab secara simbolis membagikan bingkisan susu kemasan 1 liter dari Baznas Banyuwangi kepada para peserta.
Guntur menyampaikan apresiasi kepada Baznas RI yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi pelaksanaan Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas karena telah menyelenggarakan pesantren Ramadan di Banyuwangi. Kegiatan ini dapat meningkatkan ketakwaan, kesalehan, dan keimanan anak-anak,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat memperdalam nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan kebersamaan antar-anak panti asuhan.
“Harapannya, peserta bisa memperdalam keimanan dan ketakwaan serta menimbulkan keterikatan dan kebersamaan hubungan antar anak panti,” tambahnya.
Bagian dari 30 Program Ramadan Baznas RI
Kegiatan Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan ditutup oleh perwakilan Baznas RI Bidang Pendidikan dan Dakwah, Muhammad Reno Fathur Rahman, pada Minggu pagi (1/3).
Menurut Reno, selama bulan Ramadan tahun ini Baznas RI menggulirkan sekitar 30 agenda program yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya adalah Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan yang bertujuan untuk mensyiarkan dan menyemarakkan bulan suci.
“Harapannya, dari pesantren bertema jalan cahaya ini akan melahirkan cahaya-cahaya baru,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak yatim tidak hanya mendapatkan pembinaan spiritual, tetapi juga motivasi dan semangat baru untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin