RADARBANYUWANGI.ID – Mengisi bulan suci dengan kegiatan positif dan edukatif, SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi menggelar Ramadan Camp pada Kamis (26/2).
Program unggulan ini dirancang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun karakter dan literasi digital siswa sejak dini.
Beragam kegiatan disiapkan dalam Ramadan Camp tersebut. Mulai dari salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hafalan surat pendek, kajian keislaman, hingga materi seputar puasa dan praktik perawatan jenazah. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti siswa dengan penuh antusias.
Ketua Yayasan Al Uswah, Karyono, SPd, MT, menegaskan bahwa Ramadan Camp bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Ramadan Camp dirancang agar anak-anak tidak hanya meningkat secara spiritual, tetapi juga kritis dan bijak bermedsos,” ujarnya.
Bekal Literasi Media dan Jurnalistik
Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, Agung Sedana.
Dalam sesi tersebut, siswa mendapatkan materi literasi media dan dasar-dasar jurnalistik.
Materi difokuskan pada pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Siswa diajak memahami bahwa setiap unggahan di dunia digital memiliki dampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan teknik menulis caption foto menggunakan rumus 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).
Dengan pendekatan ini, siswa dilatih menyampaikan informasi secara jelas, runtut, dan menarik.
“Anak-anak harus paham bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang publik yang membutuhkan tanggung jawab,” terang pemateri.
Melalui pelatihan sederhana tersebut, siswa diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan tidak, serta tidak mudah terjebak hoaks maupun konten negatif.
Bentuk Karakter dan Tanggung Jawab Sosial
Karyono menambahkan, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan saat ini.
Di tengah derasnya arus informasi, anak-anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis serta kesadaran etika digital.
Menurutnya, Ramadan Camp menjadi momentum strategis untuk mengintegrasikan nilai keislaman dengan kecakapan abad 21, termasuk literasi media dan komunikasi.
“Kami ingin siswa memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan sosial,” tegasnya.
Selain memperdalam ibadah dan pemahaman agama, siswa juga dilatih memiliki empati, disiplin, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Buka PPDB Tahun Ajaran 2026/2027
Di sela kegiatan Ramadan Camp, pihak sekolah juga mengumumkan pembukaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.
Masyarakat yang berminat dapat mendaftar langsung ke sekolah yang beralamat di Kebalenan, depan Polres Banyuwangi.
Pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi aluswahbanyuwangi.com.
Dengan berbagai program unggulan seperti Ramadan Camp, SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai Islam, karakter kuat, dan literasi digital yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin