Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Imsakiah atau Imsakiyah? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI, Jangan Sampai Keliru Jelang Ramadan

Ali Sodiqin • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:00 WIB

Imsakiah atau imsakiyah? Ini penulisan yang benar menurut KBBI. Simak penjelasan resmi dan alasan bakunya jelang Ramadan.
Imsakiah atau imsakiyah? Ini penulisan yang benar menurut KBBI. Simak penjelasan resmi dan alasan bakunya jelang Ramadan.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat mulai mencari jadwal waktu imsak dan berbuka puasa.

Namun, masih banyak yang bertanya: penulisan yang benar itu imsakiah atau imsakiyah?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, bentuk baku yang benar adalah imsakiah, menggunakan huruf “i” di akhir, bukan “y” atau “iyah”.

Penegasan ini penting karena penggunaan kata “imsakiyah” dengan huruf “y” memang sudah telanjur populer di masyarakat, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.

Bentuk Baku Menurut KBBI: Imsakiah

Dalam KBBI Online, entri yang tercatat adalah:

Imsakiah
Definisi: Jadwal yang berisi informasi waktu-waktu penting selama bulan Ramadan, terutama waktu imsak, Subuh, dan berbuka puasa.

Artinya, secara kaidah bahasa Indonesia yang resmi, penulisan yang diakui dan dianjurkan adalah imsakiah.

Kata ini berasal dari kata dasar imsak, yang merujuk pada waktu menahan diri dari makan dan minum sebelum azan Subuh berkumandang.

Kenapa Banyak yang Menulis Imsakiyah?

Meski bentuk bakunya adalah imsakiah, penggunaan kata imsakiyah memang sudah umum ditemukan di tengah masyarakat.

Penulisan dengan tambahan huruf “y” dipengaruhi oleh transliterasi dari bahasa Arab, di mana akhiran “-iyah” kerap digunakan.

Dalam praktiknya, banyak lembaga, poster digital, hingga unggahan media sosial menggunakan istilah “jadwal imsakiyah”.

Hal ini membuat bentuk tersebut terasa lebih familier di telinga publik.

Namun, dalam konteks penulisan resmi—seperti dokumen formal, karya jurnalistik, karya ilmiah, dan publikasi pendidikan—penggunaan bentuk baku tetap lebih dianjurkan.

Penegasan dari Kemendikbud

Melalui akun media sosial resminya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (kini Kemendikbudristek) pernah menegaskan bahwa penulisan yang benar menurut KBBI adalah imsakiah, bukan imsakiyah.

Penegasan ini sekaligus menjadi edukasi bahasa bagi masyarakat agar lebih cermat dalam menggunakan kosakata baku, terutama yang sering muncul saat momentum keagamaan seperti Ramadan.

Pentingnya Menggunakan Kata Baku

Penggunaan kata baku memiliki beberapa manfaat:

  1. Menjaga konsistensi bahasa Indonesia sesuai kaidah resmi.
  2. Menghindari kesalahan dalam dokumen formal.
  3. Meningkatkan literasi bahasa masyarakat.
  4. Memperkuat standar penulisan di media massa dan lembaga pendidikan.

Dalam dunia jurnalistik dan publikasi digital, pemilihan kata yang tepat juga berpengaruh pada kredibilitas informasi.

Kesimpulan: Imsakiah atau Imsakiyah?

Jika mengacu pada KBBI, maka jawabannya jelas:

Imsakiah (baku dan benar)
❌ Imsakiyah (tidak baku menurut KBBI)

Meski bentuk “imsakiyah” masih sering digunakan secara umum, masyarakat yang ingin menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan bentuk baku imsakiah.

Menjelang Ramadan, selain menyiapkan jadwal ibadah, tidak ada salahnya juga memastikan penulisan yang digunakan sudah sesuai aturan bahasa.

Jadi, mulai sekarang, jangan keliru lagi: yang benar adalah imsakiah.(*)

Editor : Ali Sodiqin
#kbbi #imsakiyah #Imsakiah #ramadan