RADARBANYUWANGI.ID – Suasana religius terasa di musala SDN 4 Singotrunan, Kamis (26/2). Puluhan siswa sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus Sekolah (Guslah) 2 Kecamatan Banyuwangi mengikuti kegiatan Pondok Ramadan yang digelar sejak pagi hari.
Menariknya, selain memperdalam ilmu agama, para siswa juga mendapatkan materi tambahan tentang etika menggunakan media sosial (medsos).
Materi tersebut disampaikan oleh tim Radar Banyuwangi sebagai bentuk edukasi literasi digital sejak dini.
Diikuti Delapan Sekolah di Guslah 2
Guslah 2 Kecamatan Banyuwangi terdiri atas delapan sekolah, yakni SDN 4 Singotrunan, SDN 3 Singotrunan, SDN 2 Singotrunan, SDN 1 Singotrunan, SDN Pengantingan, SDN 1 Singonegaran, SD Al Irsyad, dan SD Islam Al Khairiyah.
Perwakilan siswa dari masing-masing sekolah mengikuti kegiatan yang dipusatkan di SDN 4 Singotrunan. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa sudah hadir untuk melakukan registrasi sebelum memasuki rangkaian acara.
Wakil Kepala SDN 4 Singotrunan, Rina Asmarani, mengatakan Pondok Ramadan kali ini merupakan kegiatan serentak yang melibatkan seluruh sekolah dalam Guslah 2.
“Pesertanya puluhan siswa dari perwakilan delapan sekolah. Kegiatan ini sangat bagus, anak-anak bisa lebih beradab ketika bermedsos dan tambah kreatif,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan Religius dan Edukatif
Kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah, dilanjutkan pembukaan acara. Setelah itu, siswa mengikuti tilawah dan tartil juz 30 Al-Qur’an.
Tak hanya itu, penampilan dai cilik dari masing-masing sekolah turut memeriahkan suasana. Lantunan selawat juga dikumandangkan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
“Untuk penampilan tilawah, tartil, dai cilik dan pembacaan selawat dilakukan dari perwakilan setiap sekolah,” terang Rina.
Memasuki acara inti, siswa mendapatkan materi santun bermedia sosial. Dalam sesi ini, mereka diajari pentingnya menjaga adab saat berkomentar, tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), serta cara membuat keterangan foto (caption) yang baik dan tidak menyinggung orang lain.
Materi tersebut dikemas secara interaktif agar mudah dipahami siswa sekolah dasar. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan mencoba praktik langsung membuat caption positif.
Bekal Literasi Digital Sejak Dini
Menurut Rina, materi etika bermedsos sangat relevan dengan perkembangan zaman.
Saat ini, anak-anak sudah akrab dengan gawai dan media sosial, sehingga perlu dibekali pemahaman yang benar agar tidak terjerumus pada perilaku negatif di dunia digital.
“Dengan adanya kegiatan Pondok Ramadan, para siswa bisa belajar lebih dalam mengenai ilmu agama. Ditambah materi etika bermedsos, siswa jadi lebih paham adab untuk menggunakannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim Radar Banyuwangi yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.
“Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan kepada para siswa,” imbuhnya.
Dilanjutkan di Sekolah Masing-Masing
Salah satu guru dari SD Islam Al Khairiyah, Ahmad Saifullah, menambahkan bahwa setelah kegiatan bersama ini, siswa akan kembali mengikuti Pondok Ramadan di sekolah masing-masing.
Kegiatan lanjutan tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan selama bulan penuh berkah.
“Pasca kegiatan ini, siswa akan mengikuti Pondok Ramadan di sekolah masing-masing untuk memperdalam ilmu agama,” katanya.
Dengan kolaborasi antarsekolah dalam Guslah 2, Pondok Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritual, tetapi juga sarana membangun karakter siswa yang religius sekaligus cerdas bermedia sosial. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin