RADARBANYUWANGI.ID - Berikut adalah contoh teks singkat Khutbah Jumat tentang Keutamaan Hari ke-9 Puasa Ramadhan. Lengkap dengan ayat suci Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ketakwaan inilah bekal terbaik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi bertakwa.
Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dosa, maksiat, dan segala perbuatan sia-sia.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Hari ke-9 Ramadhan merupakan bagian dari fase awal bulan suci yang penuh rahmat.
Dalam berbagai kitab keutamaan Ramadhan disebutkan bahwa orang yang berpuasa dengan ikhlas akan mendapatkan pahala besar, dihapus dosa-dosanya, serta diangkat derajatnya di sisi Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap hari puasa memiliki nilai keutamaan luar biasa, termasuk hari ke-9 yang menjadi momentum menjaga konsistensi ibadah.
Banyak orang semangat di awal Ramadhan, tetapi mulai menurun di pertengahan.
Maka orang yang tetap istiqamah hingga hari ke-9 dan seterusnya termasuk hamba yang mendapatkan keberkahan besar.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain yang lebih lengkap:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa adalah perisai. Maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika seseorang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perisai dari apa? Perisai dari dosa, hawa nafsu, dan azab Allah SWT. Maka orang yang menjalankan puasa dengan benar akan terjaga lisannya, pandangannya, dan perbuatannya.
Selain itu, Ramadhan adalah bulan doa. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Oleh karena itu, di hari ke-9 Ramadhan ini marilah kita perbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta menjaga shalat berjamaah dan qiyamul lail.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.