RADARBANYUWANGI.ID - Pondok Modern Darul Muttaqin merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Banyuwangi yang memiliki sejarah penting dalam pengembangan pendidikan pesantren modern di Indonesia.
Lembaga ini secara resmi diwakafkan pada 17 Juni 1990 dengan menunjuk Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai nadzir yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan dan perkembangannya.
Wakaf tersebut menjadi tonggak sejarah berdirinya Darul Muttaqin sebagai pesantren modern yang berorientasi pada mutu pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian dalam menegakkan nilai-nilai Islam sesuai cita-cita keluarga wakif.
Sejak saat itu, Pondok Modern Darul Muttaqin resmi menjadi cabang dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan menjalankan sistem pendidikan serta disiplin kepesantrenan yang mengacu pada standar pondok induk di Ponorogo.
Penyerahan Wakaf dan Awal Berdirinya Cabang Gontor
Prosesi penyerahan wakaf dilakukan secara seremonial dan dihadiri langsung oleh pimpinan Gontor saat itu, Abdullah Syukri Zarkasyi beserta rombongan, keluarga wakif, unsur pemerintah sipil dan militer, serta masyarakat Banyuwangi.
Momentum tersebut menandai perubahan besar bagi Darul Muttaqin, dari lembaga pendidikan lokal menjadi bagian dari jaringan pesantren modern nasional yang memiliki sistem pendidikan terstruktur dan reputasi luas.
Sebagai Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor di Darul Muttaqin, ditunjuk Ustadz H. Ahmad Suharto, S.Ag. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh beberapa tokoh, yakni:
- Ustadz H. Muhammad Badrun, M.A. (April 1997 – 6 Desember 2003)
- Al-Ustadz H. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum
- Al-Ustadz H. Muhammad Syuja’i, S.Ag
- Al-Ustadz Nurwahyudin, M.Pd (hingga sekarang)
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika perkembangan pondok dalam menjaga kesinambungan visi pendidikan modern berbasis pesantren.
Sistem Pendidikan Mengacu Standar Gontor
Sebagai cabang Gontor, Pondok Modern Darul Muttaqin berupaya menyelenggarakan sistem pendidikan yang selaras dengan pondok induk.
Hal ini mencakup kurikulum, disiplin santri, metode pengajaran, hingga pembinaan karakter.
Jenjang pendidikan yang diterapkan adalah Kulliyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyah (KMI), yaitu pendidikan menengah berbasis pesantren dengan durasi:
- 6 tahun bagi lulusan SD/MI
- 4 tahun bagi lulusan SMP/SMA
Kurikulum KMI Darul Muttaqin distandarkan dengan kurikulum yang berjalan di kampus pusat Gontor di Ponorogo. Dengan sistem tersebut, santri mendapatkan pendidikan agama dan umum secara terpadu.
Para guru di Darul Muttaqin berasal dari berbagai latar belakang, antara lain alumni KMI Gontor, alumni perguruan tinggi Islam seperti ISID (Institut Studi Islam Darussalam), alumni Darul Muttaqin sendiri, serta lulusan lembaga pendidikan lainnya.
Selain mengajar di kelas, para guru juga aktif membimbing santri dalam kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, serta pembinaan karakter sehari-hari di asrama.
Sistem Asrama dan Mobilitas Santri
Seluruh santri KMI Pondok Modern Darul Muttaqin tinggal di asrama dengan sistem pendidikan 24 jam.
Sebagian santri datang langsung mendaftar ke Darul Muttaqin, sementara sebagian lainnya merupakan santri yang diterima di Gontor namun ditempatkan di cabang ini.
Santri yang memenuhi standar akademik dapat melanjutkan pendidikan di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.
Bahkan, ujian akhir kelas 6, praktik mengajar, hingga prosesi kelulusan dan yudisium biasanya dilaksanakan di kampus pusat Gontor Ponorogo.
Hal tersebut menunjukkan integrasi sistem pendidikan antara pondok cabang dan induk.
Pengasuhan Santri dan Pembinaan Karakter
Bidang pengasuhan santri memiliki peran penting dalam pembentukan karakter.
Sistem pengasuhan di Darul Muttaqin mengadopsi pola pembinaan Gontor yang menekankan kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemandirian.
Berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan meliputi:
- Organisasi santri
- Kepramukaan
- Olahraga
- Keterampilan dan kesenian
- Latihan pidato tiga bahasa
- Pembinaan bahasa Arab dan Inggris
Meski mengacu pada sistem Gontor, beberapa kegiatan mengalami modifikasi sesuai kondisi lokal Banyuwangi tanpa menghilangkan nilai dasar pendidikan pesantren modern.
Gerakan Ekonomi Produktif Menuju Kemandirian
Selain pendidikan, Pondok Modern Darul Muttaqin juga mengembangkan gerakan ekonomi produktif sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian bagi guru dan santri.
Beberapa unit usaha yang telah berjalan antara lain:
- Kantin pelajar
- Koperasi pelajar di bawah Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM)
- Wartel yang dikelola guru
Walaupun masih terbatas, unit usaha tersebut menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pondok sekaligus sarana pendidikan kewirausahaan bagi santri.
Cita-Cita Besar Lembaga Wakaf Pendidikan
Sejak diwakafkan pada 1990, Pondok Modern Darul Muttaqin membawa misi besar, yakni menjadi lembaga pendidikan Islam bermutu, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, serta tempat pengabdian dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah.
Lebih dari tiga dekade perjalanan, pesantren ini terus berkembang sebagai bagian dari jaringan pendidikan pesantren modern Indonesia yang mengedepankan integrasi ilmu, iman, dan akhlak.
Sejarah panjang tersebut menjadi fondasi kuat bagi Darul Muttaqin untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi Muslim berilmu, berkarakter, dan siap berkhidmat kepada masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin