RADARBANYUWANGI.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Namun, skema pendistribusian dan menu yang diberikan kepada penerima manfaat disesuaikan dengan kondisi puasa.
Makanan yang dibagikan berupa paket kering bergizi yang tahan lama dan dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Pendistribusian MBG pada awal bulan Ramadan dilaksanakan serempak, Senin (23/2). Sasaran program ini tetap menyentuh anak sekolah serta kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala SPPG Jalan Kepiting, Julian Rizal, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG selama Ramadan bersifat fleksibel.
Artinya, pihak sekolah diberi pilihan untuk menerima atau tidak menerima distribusi selama bulan puasa.
“Pembagian MBG ini sifatnya tidak memaksa pada bulan Ramadan. Ada beberapa sekolah yang memilih tidak menerima karena berbagai alasan,” ujarnya.
Koordinasi dengan Sekolah Sebelum Distribusi
Julian menuturkan, sebelum pendistribusian dilakukan, pihak SPPG terlebih dahulu berkoordinasi dengan masing-masing sekolah.
Sekolah ditawari kesediaannya untuk menerima MBG selama Ramadan, sekaligus menyepakati waktu pengiriman.
“Jadi kami lebih dulu menawarkan kepada pihak sekolah apakah ingin menerima MBG saat puasa atau tidak. Nanti juga dibuat kesepakatan terkait jam pengirimannya,” tambahnya.
Penyesuaian ini dilakukan agar program tetap berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun ibadah puasa para siswa.
Khusus untuk pelaksanaan MBG di pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, mekanismenya sedikit berbeda.
Pengolahan makanan dilakukan pada siang hari untuk kemudian disajikan saat berbuka puasa.
Waktu distribusi pun menyesuaikan hasil koordinasi antara SPPG dengan penanggung jawab satuan pendidikan masing-masing.
Menu Kering Tetap Bergizi
Selama Ramadan, menu MBG dikemas dalam bentuk makanan kering agar tetap awet hingga waktu berbuka.
Meski berbentuk kering, kandungan gizi tetap menjadi perhatian utama.
“Menu saat bulan puasa berupa makanan kering, sehingga bisa bertahan dan dikonsumsi ketika berbuka,” terang Julian.
Senada dengan itu, Kepala SPPG Kelurahan Kebalenan, Gibran Nashif, memastikan bahwa kualitas gizi tetap dijaga.
“Pengiriman menu MBG saat Ramadan berupa paket kering yang tetap bergizi dan dapat bertahan lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, paket sehat yang direkomendasikan antara lain telur asin, dendeng kering, roti ambon, buah, hingga kurma.
Kombinasi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi setelah seharian berpuasa.
Libur Idul Fitri, Bantuan Diberikan Lebih Awal
Gibran menambahkan, selama libur Idul Fitri dan cuti bersama pada 18 Maret hingga 24 Maret, pendistribusian MBG tidak dilakukan.
Namun, bantuan tetap diberikan lebih awal pada hari terakhir distribusi sebelumnya, yakni Selasa (17/3).
Pada hari tersebut, penerima manfaat memperoleh satu paket makanan sehat ditambah tiga paket bundling untuk alokasi 18 hingga 20 Maret.
“Penerima manfaat dari SPPG kami sekitar 2.377 orang, baik dari siswa sekolah maupun kelompok B3,” jelasnya.
Di wilayah SPPG Kebalenan, total penerima manfaat mencapai 2.377 orang. Distribusi dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00.
Pastikan Gizi Anak dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Program MBG selama Ramadan ini menjadi bagian dari upaya menjaga asupan gizi anak sekolah serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, meskipun dalam suasana puasa.
Dengan skema fleksibel dan koordinatif, pemerintah daerah berharap program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah Ramadan.
Penyesuaian menu menjadi makanan kering juga menjadi solusi agar bantuan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima.
Melalui langkah ini, Banyuwangi berupaya memastikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok B3, tetap terpenuhi sepanjang Ramadan. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin