RADARBANYUWANGI.ID – Suasana berbeda tampak di Gedung Grha Pena, Jalan Brawijaya Nomor 77 Banyuwangi, Selasa (24/2).
Puluhan siswa SDN 4 Penganjuran mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadan yang tidak hanya sarat nilai religius, tetapi juga membekali mereka dengan literasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat kesempatan spesial mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Selain memperdalam pemahaman agama dan praktik ibadah, mereka juga mendapat materi penting tentang cara menangkal berita palsu (hoaks) serta bijak memanfaatkan media sosial (medsos).
Salat Dhuha Bersama di Grha Pena
Kegiatan diawali dengan salat dhuha berjamaah di Gedung Grha Pena Banyuwangi. Para siswa tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah tersebut.
Momentum ini menjadi pembuka sebelum mereka menerima materi edukatif dari tim JP-RaBa.
Usai salat dhuha, siswa mendapatkan pemaparan tentang pentingnya literasi media di era digital.
Mereka diajak memahami bagaimana mengenali berita hoaks, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, serta memanfaatkan media sosial secara positif.
Tak hanya itu, tim JP-RaBa juga memberikan pelatihan singkat tentang teknik dasar jurnalistik, termasuk cara menulis keterangan foto (caption) yang menarik, informatif, dan tetap santun.
Materi ini disampaikan dengan bahasa ringan dan interaktif sehingga mudah dipahami para siswa sekolah dasar.
Intip Proses Produksi Koran
Rangkaian kegiatan Pondok Ramadan semakin menarik ketika para siswa diajak mengunjungi ruang redaksi JP-RaBa.
Di sana, mereka menyaksikan langsung proses pengeditan berita hingga tata letak halaman sebelum koran dicetak.
Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka bisa melihat bagaimana berita diproses secara profesional, mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga siap naik cetak.
Beberapa siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar cara menjadi wartawan dan proses peliputan di lapangan.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kemudian melanjutkan rangkaian materi keagamaan.
Dalam sesi ini, siswa kembali diingatkan tentang kewajiban seorang muslim, pentingnya menjaga akhlak, serta mengamalkan ibadah wajib dan sunah selama Ramadan.
Dukungan Korwilkersatdik Banyuwangi
Kegiatan Pondok Ramadan di Grha Pena kemarin turut dihadiri Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Banyuwangi, Janoto. Ia hadir didampingi Kepala SDN 4 Penganjuran, Dosi Yudha Priangga.
Janoto menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Pondok Ramadan yang dikemas kreatif dan edukatif tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membentuk karakter siswa sekaligus menanamkan kesadaran akan kewajiban sebagai seorang muslim sejak dini.
“Pondok Ramadan bukan hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga membangun karakter anak-anak agar lebih disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menilai, materi tentang bijak bermedsos dan kiat menangkal hoaks sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, pelajar di era digital sudah sangat familiar dengan media sosial.
“Harapannya anak-anak bijak dalam menggunakan media sosial karena terkadang ada yang menyalahgunakannya,” tambahnya.
Bekal Karakter dan Literasi Digital
Janoto berharap kegiatan Pondok Ramadan seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan inovasi yang lebih variatif.
Ia bahkan mengusulkan agar ke depan kegiatan tersebut juga menampilkan dai cilik, kesenian hadrah, serta berbagai aktivitas bernuansa Islami lainnya.
Dengan demikian, siswa memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kecakapan literasi digital.
“Sehingga anak-anak punya semakin banyak ruang untuk menyalurkan bakat dan minatnya,” pungkasnya.
Kegiatan Pondok Ramadan SDN 4 Penganjuran di Grha Pena ini menjadi contoh sinergi positif antara dunia pendidikan dan media massa.
Perpaduan nilai religius dan literasi digital diharapkan mampu melahirkan generasi muda Banyuwangi yang cerdas, santun, dan tangguh menghadapi arus informasi di era digital. (mg1/sgt)
Editor : Ali Sodiqin