Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arti Mokel di Bulan Ramadhan: Asal Usul, Makna, dan Perbedaannya dengan Istilah Mokah serta Godin

Ali Sodiqin • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:30 WIB

Mokel jadi istilah viral saat Ramadhan. Simak arti, asal-usul bahasa Jawa, serta perbedaannya dengan mokah dan godin dalam budaya populer.
Mokel jadi istilah viral saat Ramadhan. Simak arti, asal-usul bahasa Jawa, serta perbedaannya dengan mokah dan godin dalam budaya populer.

RADARBANYUWANGI.ID - Istilah mokel kembali ramai diperbincangkan menjelang dan selama bulan Ramadhan.

Kata ini kerap muncul di media sosial, terutama dalam konten hiburan dan candaan bertema puasa.

Meski bernuansa humor, istilah ini memiliki makna yang cukup serius dalam konteks ibadah.

Secara umum, mokel berarti tindakan membatalkan puasa secara sengaja sebelum waktu berbuka tiba, yaitu sebelum azan Maghrib.

Biasanya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang makan atau minum secara diam-diam, namun tetap berpura-pura sedang berpuasa di hadapan orang lain.

Asal Usul Istilah Mokel

Kata mokel berasal dari bahasa daerah di Malang, Jawa Timur.

Dalam perkembangan bahasa gaul, istilah ini kemudian menyebar luas melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga platform video pendek lainnya.

Popularitasnya meningkat karena sering digunakan dalam konteks komedi Ramadhan.

Konten kreator memanfaatkan istilah ini untuk membuat cerita lucu tentang godaan saat berpuasa, sehingga kata mokel menjadi viral secara nasional.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa daerah dapat berkembang dan menjadi bagian dari percakapan publik di era digital.

Konteks Penggunaan dalam Percakapan

Dalam penggunaan sehari-hari, mokel sering dipakai sebagai bahasa slang atau candaan. Biasanya merujuk pada:

Meski digunakan dalam nada humor, istilah ini tetap berkaitan dengan aturan ibadah puasa yang memiliki ketentuan jelas dalam ajaran Islam.

Dalam perspektif agama, membatalkan puasa tanpa uzur yang dibenarkan syariat tentu tidak diperbolehkan.

Oleh karena itu, penggunaan istilah mokel lebih sering ditemukan dalam konteks hiburan, bukan sebagai anjuran.

Istilah Serupa: Mokah dan Godin

Selain mokel, terdapat beberapa istilah lain yang memiliki makna serupa dalam bahasa daerah maupun slang, di antaranya:

  1. Mokah

Istilah ini juga berasal dari bahasa Jawa dan digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktunya.

  1. Godin

Kata ini merujuk pada tindakan makan atau minum secara diam-diam saat berpuasa.

Ketiga istilah tersebut sering muncul dalam percakapan informal, terutama di kalangan anak muda dan di media sosial.

Makna Budaya di Era Digital

Walaupun secara agama tindakan membatalkan puasa tanpa alasan yang sah tidak diperbolehkan, istilah mokel berkembang sebagai bagian dari budaya populer.

Banyak konten kreator menggunakan kata ini untuk menyampaikan pesan edukatif secara ringan, seperti:

Dengan pendekatan humor, pesan moral dapat tersampaikan tanpa terasa menggurui.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana bahasa dapat bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, terutama melalui media digital.

Pentingnya Memahami Makna Aslinya

Di tengah popularitasnya, masyarakat perlu memahami bahwa mokel bukan sekadar istilah lucu. Dalam konteks ibadah, puasa memiliki aturan yang jelas.

Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara penggunaan istilah dalam hiburan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kedisiplinan diri, bukan sebaliknya.

Menjaga puasa hingga waktu Maghrib adalah bagian dari komitmen spiritual yang memiliki nilai ibadah tinggi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bahasa jawa #mokel #membatalkan puasa #malang #budaya populer #puasa ramadan #ramadhan