RADARBANYUWANGI.ID - Memasuki hari keenam bulan suci Ramadhan, pencarian tentang keutamaan puasa Ramadhan hari keenam meningkat di berbagai platform media sosial dan mesin pencari.
Banyak umat Islam ingin mengetahui apakah benar terdapat keistimewaan khusus pada hari ini, terutama terkait janji besar berupa Surga Darussalam bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.
Ramadhan sendiri merupakan bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Namun para ulama menegaskan, yang paling penting bukan sekadar hitungan hari, melainkan kualitas ibadah puasa itu sendiri—apakah dijalankan secara ikhlas lahir dan batin, atau hanya menahan lapar dan haus tanpa perubahan spiritual.
Surga Darus Salam dalam Literatur Klasik
Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, disebutkan bahwa orang yang berpuasa hingga hari keenam Ramadhan akan memperoleh karunia besar berupa Surga Darussalam, yang digambarkan memiliki seratus ribu kota penuh kenikmatan.
Secara makna, Darussalam berarti “negeri keselamatan”. Istilah ini melambangkan tempat penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan abadi.
Gambaran tersebut menjadi motivasi spiritual agar umat Islam semakin bersungguh-sungguh dalam menjaga kualitas puasa.
Namun demikian, para ulama menekankan bahwa janji tersebut tidak berdiri sendiri. Ada syarat utama yang harus dipenuhi agar puasa benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Syarat Agar Puasa Bernilai dan Berbuah Surga
Agar keutamaan tersebut dapat diraih, puasa harus dilakukan dengan:
- Niat ikhlas karena Allah SWT
- Menjaga diri dari maksiat lahir dan batin
- Menghindari ghibah, prasangka buruk, dan perbuatan tercela
- Memperbanyak amal saleh
- Menjaga adab dan etika selama berpuasa
Tanpa memenuhi aspek tersebut, puasa bisa saja hanya menghasilkan lapar dan haus semata, tanpa dampak spiritual yang berarti.
Lima Keutamaan Puasa Ramadhan Menurut Ulama
Dalam buku Fiqih Praktis Puasa Ramadhan karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, dijelaskan lima keutamaan utama puasa Ramadhan, yaitu:
- Termasuk Rukun Islam
Puasa merupakan salah satu pilar utama dalam Islam yang wajib dijalankan setiap Muslim yang memenuhi syarat.
- Menghapus Dosa yang Telah Lalu
Puasa Ramadhan yang dilakukan dengan iman dan mengharap pahala menjadi sebab diampuninya dosa-dosa sebelumnya.
- Sebab Masuk Surga
Puasa menjadi salah satu jalan memperoleh ridha Allah SWT dan harapan mendapatkan Surga Darussalam.
- Doa Dikabulkan
Orang yang berpuasa memiliki waktu-waktu mustajab untuk berdoa.
- Pahala Tanpa Batas
Allah SWT sendiri yang akan langsung membalas ibadah puasa, sehingga pahalanya tidak terhingga.
Keutamaan-keutamaan tersebut menunjukkan betapa agungnya ibadah puasa dalam Islam, sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan.
Jangan Sampai Puasa Hanya Formalitas
Fenomena yang kerap terjadi adalah seseorang berpuasa, namun tidak merasakan perubahan perilaku. Ia tetap:
- Membicarakan keburukan orang lain
- Berprasangka buruk
- Lalai dari ibadah tambahan
- Kurang menjaga lisan dan hati
Padahal Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan di dalamnya terdapat malam kemuliaan Lailatul Qadr, yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, bulan ini merupakan momentum transformasi diri secara total.
Puasa yang sempurna adalah puasa yang membentuk:
- Hati lebih lembut
- Lisan lebih terjaga
- Sikap lebih santun
- Amal semakin meningkat
Siapa yang Mendapat Keringanan?
Islam adalah agama rahmat. Orang sakit, musafir, atau wanita yang sedang haid mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain sesuai ketentuan syariat.
Allah Maha Mengetahui kondisi hamba-Nya dan tetap memberikan pahala berdasarkan niat serta uzur yang dibenarkan.
Amalan Pendukung di Hari Keenam
Agar keutamaan puasa Ramadhan hari keenam benar-benar diraih, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan berikut:
- Membaca Al-Qur’an setiap hari
- Bersedekah meski dalam jumlah kecil
- Shalat sunnah dan qiyamul lail
- Memperbanyak istighfar
- Memperkuat doa dan dzikir
Pada akhirnya, yang dinilai bukan hanya lamanya berpuasa, melainkan kualitas ketakwaan yang tumbuh darinya. (*)
Editor : Ali Sodiqin