Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gerakan Banyuwangi ASRI Wajib Diterapkan di PAUD, SD, dan SMP, Dinas Pendidikan Tegaskan Sekolah Harus Aman dan Resik

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:00 WIB

Kalangan pelajar dilibatkan dalam program Banyuwangi ASRI denagn sasaran bersih-bersih Pantai Grand Watudodol, Rabu (18/2).
Kalangan pelajar dilibatkan dalam program Banyuwangi ASRI denagn sasaran bersih-bersih Pantai Grand Watudodol, Rabu (18/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Implementasi Gerakan Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) kini diperluas hingga ke seluruh satuan pendidikan.

Tidak hanya di level organisasi perangkat daerah, Dinas Pendidikan Banyuwangi memastikan seluruh sekolah, mulai PAUD, SD, hingga SMP, wajib menerapkan program tersebut di lingkungan masing-masing.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menegaskan bahwa gerakan “tandang bareng ASRI” sangat relevan diterapkan di sekolah.

Pasalnya, sekolah merupakan ruang utama pembentukan karakter, kebiasaan, serta budaya hidup peserta didik.

Photo
Photo

“Gerakan Banyuwangi ASRI harus menjadi praktik keseharian dan budaya bersama di setiap sekolah. Jika ASRI benar-benar hidup, maka karakter disiplin, peduli, dan bertanggung jawab akan tumbuh secara alami pada diri anak-anak kita,” ujar Alfian.

Empat Pilar Gerakan Banyuwangi ASRI

Gerakan ini mengacu pada empat pilar utama yang menjadi fondasi pembenahan lingkungan dan budaya sekolah.

1. Aman: Sekolah Bebas Perundungan dan Kekerasan

Pilar pertama adalah Aman. Sekolah wajib menjadi ruang yang melindungi seluruh warga sekolah secara fisik maupun psikologis.

Tidak boleh ada perundungan (bullying), kekerasan, maupun praktik berbahaya lainnya.

Langkah konkret yang harus dilakukan antara lain mengidentifikasi peserta didik yang rentan terhadap masalah ekonomi, sosial, maupun mental.

Sekolah juga diminta melakukan pemetaan kebutuhan serta pendampingan intensif melalui program “satu guru satu anak” (one teacher one client).

Selain itu, sarana dan prasarana wajib dipastikan dalam kondisi layak dan aman. Lingkungan belajar yang nyaman dan menenangkan menjadi prioritas.

2. Sehat: Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Pilar kedua adalah Sehat. Sekolah didorong menumbuhkan pola hidup bersih dan sehat melalui lingkungan yang higienis, sanitasi terjaga, serta penyediaan makanan bergizi.

Aktivitas belajar mengajar juga harus mendukung kesehatan fisik dan mental siswa. Edukasi gaya hidup sehat diberikan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

3. Resik: Kebersihan Jadi Budaya Permanen

Pilar ketiga, Resik, menekankan kebersihan sebagai budaya permanen, bukan sekadar kegiatan insidental. Kelas, halaman, toilet, hingga seluruh sudut sekolah harus dirawat bersama.

Pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Sekolah diminta konsisten menjalankan program diet plastik dan pengurangan sampah sekali pakai, sehingga menjadi teladan kepedulian lingkungan.

4. Indah: Sekolah Tertata, Asri, dan Menyenangkan

Pilar terakhir adalah Indah. Penataan sekolah dilakukan secara rapi, asri, dan menyenangkan.

Keindahan tidak identik dengan kemewahan, melainkan keteraturan, kebersamaan, serta sentuhan kreatif seluruh warga sekolah.

Lingkungan yang indah diyakini mampu menciptakan rasa betah, nyaman, dan bahagia dalam proses belajar.

Sekolah juga diminta merawat taman serta menertibkan baliho usang atau kadaluwarsa agar tidak mengganggu estetika.

Monitoring dan Evaluasi Berkala

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, pengawas sekolah bersama Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala sesuai wilayah pendampingan masing-masing.

Pengawasan ini menjadi langkah strategis agar Gerakan Banyuwangi ASRI tidak berhenti pada tataran slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Alfian menambahkan, melalui gerakan ini sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman bagi anak, sehat bagi tumbuh kembangnya, bersih dalam kebiasaan, serta indah dalam suasana.

“Ini bukan sekadar program, tapi upaya membangun generasi yang peduli lingkungan dan memiliki karakter mulia,” pungkasnya.

Dengan pelibatan seluruh jenjang pendidikan, Gerakan Banyuwangi ASRI diharapkan menjadi budaya kolektif yang membentuk generasi masa depan Banyuwangi yang disiplin, peduli, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#tandang bareng #gerakan banyuwangi asri #dinas pendidikan