RADARBANYUWANGI.ID – Meski masa libur pembelajaran telah dimulai, aktivitas di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus IV, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, tetap berjalan dinamis.
Sejumlah santri senior tetap menetap di pondok selama libur Ramadan 2026.
Santri kelas V atau setara kelas II SMA memang diwajibkan bermukim di pondok selama musim liburan. Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan.
Pihak pondok menilai, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat mental, karakter, sekaligus mempersiapkan pembelajaran tahun ajaran berikutnya.
Pengasuh Ponpes Modern Darussalam Gontor Kampus IV, Ustad Nurwahyudin, mengungkapkan, jumlah total santri di Gontor IV saat ini mencapai sekitar 1.044 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 santri memilih tidak pulang ke kampung halaman selama libur Ramadan.
“Yang tidak pulang atau bermukim adalah santri kelas V. Mereka tetap beraktivitas di pondok. Sedangkan santri kelas VI sudah berada di Gontor Pusat,” ujarnya.
Persiapan Ujian dan Penguatan Karakter
Menurut Ustad Nurwahyudin, santri kelas V akan menghadapi ujian kenaikan kelas dalam waktu dekat.
Sementara santri kelas VI tengah mempersiapkan diri untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Karena itu, berbagai kegiatan pembinaan disusun secara terarah dan terprogram.
Selama Ramadan, pembelajaran kelas formal memang telah diliburkan sejak kurang sepuluh hari sebelum bulan suci.
Namun, bukan berarti aktivitas pendidikan berhenti sepenuhnya. Justru, fokus pembinaan dialihkan pada penguatan aspek nonformal yang tak kalah penting.
“Santri kelas V sudah diharuskan bermukim di pondok untuk pembentukan karakter. Ada pembelajaran penguatan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta pembenahan bacaan Al-Qur’an atau Tahsinul Qiraat,” terang dia.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan akademik sekaligus spiritual santri.
Penguatan bahasa asing menjadi salah satu ciri khas pendidikan di lingkungan Gontor. Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris menjadi bekal penting dalam mendukung kompetensi global para santri.
Kegiatan Ramadan Tetap Padat
Selain pembinaan akademik, kegiatan keagamaan juga menjadi agenda utama selama Ramadan.
Di antaranya pelantikan panitia Ramadan, kajian rutin setelah salat berjemaah yang dipimpin langsung oleh pengasuh, hingga pembinaan kepemimpinan melalui penugasan internal pondok.
Menurut Ustad Nurwahyudin, sistem pembinaan selama liburan tetap menekankan disiplin dan tanggung jawab.
Santri dilatih untuk mengatur waktu, menjaga ibadah, serta meningkatkan kualitas diri secara mandiri.
“Ramadan ini menjadi momentum pembentukan mental dan karakter. Santri dilatih untuk tetap produktif meski dalam suasana libur,” tambahnya.
Tetap Diberi Izin Keluar dengan Pengawasan
Meski diwajibkan bermukim, para santri tetap diberi ruang untuk keluar pondok dengan izin resmi dari pengurus.
Dalam kondisi normal, waktu keluar biasanya hanya pada hari Jumat. Namun selama masa libur Ramadan, kebijakan lebih fleksibel.
“Kalau normalnya hanya Jumat, waktu pondok libur. Kalau saat ini diperbolehkan keluar, misalnya ke pasar untuk berbelanja, tentu dengan izin,” jelasnya.
Menjelang akhir Ramadan, biasanya juga digelar kegiatan buka puasa bersama dengan masyarakat sekitar.
Tradisi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pondok dan warga Desa Kaligung serta wilayah Kecamatan Blimbingsari.
Dengan sistem pembinaan yang konsisten, Ponpes Modern Darussalam Gontor Kampus IV berharap para santri tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.
Ramadan pun menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan bagi generasi muda Islam. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin