Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ramadan di Ponpes Al Anwari Kertosari: 25 Hari Khatam 5 Kitab, Gus Shiddiq Pimpin Panen Raya Ilmu

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 20 Februari 2026 | 07:30 WIB
NGAJI KITAB: Pengasuh Ponpes Al Anwari KH Achmad Shiddiq membedah kitab Riyadus Shalihin kepada para santrinya, Kamis (19/2).
NGAJI KITAB: Pengasuh Ponpes Al Anwari KH Achmad Shiddiq membedah kitab Riyadus Shalihin kepada para santrinya, Kamis (19/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi ratusan santri di Pondok Pesantren Al Anwari, Kelurahan Kertosari.

Selama 25 hari penuh, para santri menargetkan khatam lima kitab klasik dan kontemporer dalam program maraton keilmuan yang dipimpin langsung pengasuh ponpes, Achmad Shiddiq atau Gus Shiddiq.

Ramadan 1447 Hijriah di ponpes yang berdiri sejak 1983 itu benar-benar menjadi “panen raya ilmu”. Aktivitas belajar mengaji meningkat drastis, dari selepas subuh hingga larut malam.

Siang Terik, Santri Tetap Fokus Kaji Kitab

Di awal Ramadan, cuaca siang terasa kering dan dahaga mulai menyerang. Namun usai menunaikan salat duhur, ratusan santri justru kembali berkumpul di musala.

Mereka membuka kitab Riyadhus Shalihin, menyiapkan pulpen, dan memenuhi halaman kitab dengan catatan.

Photo
Photo

Biasanya, pada hari-hari biasa aktivitas santri hanya qiraah Al-Qur’an pagi dan tilawah malam. Namun selama Ramadan, jadwal bertambah padat dengan kajian lintas kitab.

“Ini bukan sekadar rutinitas, tapi kesempatan emas untuk mendalami agama lebih dalam,” ujar Gus Shiddiq.

Target 25 Hari Khatam Lima Kitab

Tahun ini, sekitar 350 santri Ponpes Al Anwari dibagi dalam dua zona pembelajaran: pondok barat dan pondok timur.

Pondok Barat (Santri SMA–Mahasiswa)

Santri usia dewasa diwajibkan memahami lima kitab utama dengan sistem moving class:

  1. Riyadhus Shalihin – Hadis tentang perilaku Rasulullah SAW
  2. Adabul Alim wal Muta’allim – Etika guru dan murid
  3. Qishashul Mi’raj – Kisah Isra’ Mi’raj
  4. Bahjatul Wasail – Tata cara istinbath hukum dari Al-Qur’an dan hadis
  5. Jalalul Afham – Memahami bahasa sulit dalam Al-Qur’an

Program dimulai dua hari sebelum Ramadan hingga 23 Ramadan, total 25 hari pembelajaran intensif.

“Targetnya dalam 25 hari seluruh kitab itu bisa dikhatamkan,” jelas Gus Shiddiq.

Santri Muda Pelajari Empat Kitab Dasar

Sementara di pondok timur, santri usia SD hingga SMP difokuskan pada empat kitab:

Materi disesuaikan dengan usia agar mudah dipahami namun tetap mendalam secara substansi.

Evaluasi Ketat, Catatan Jadi Indikator Pemahaman

Gus Shiddiq memastikan proses pembelajaran tidak sekadar formalitas. Para ustaz melakukan evaluasi rutin terhadap catatan santri.

“Minimal kalau catatan kitab terisi lengkap, 30 persen mereka paham. Itu salah satu cara memastikan ilmu benar-benar meresap. Nanti juga kita ulang lagi,” jelasnya.

Metode ini menjadi kontrol kualitas agar santri tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memahami isi kitab.

Malam Hari: Tahqiqul Ilmi hingga Tahfidz

Usai berbuka dan salat tarawih, aktivitas belum berhenti. Para santri kembali menajamkan keilmuan melalui:

“Biasanya Ramadan ada Arabic Camp dan English Camp, tapi sudah kami gelar sebelum Ramadan. Tahun ini semuanya terintegrasi dalam maraton ilmu ini,” tegas Gus Shiddiq.

Bangun Kebersamaan Saat Berbuka

Tak hanya kajian kitab, suasana kekeluargaan juga terasa kuat. Menjelang berbuka, santri putra bertugas berbelanja bahan makanan, sementara santri putri memasak menu berbuka.

Anggaran berasal dari pengasuh, tetapi proses persiapan dilakukan bersama sebagai bentuk pembelajaran kemandirian dan kerja sama.

Harapan Gus Shiddiq untuk Generasi Muda

Menutup perbincangan, Gus Shiddiq mengungkapkan keresahannya terhadap fenomena pergaulan bebas di kalangan generasi muda.

Ia berharap Ponpes Al Anwari mampu melahirkan santri yang tidak hanya alim secara ilmu, tetapi juga berakhlak dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, semakin banyak mengaji semakin dalam pemahaman, semakin baik etika, dan semakin banyak manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ramadan di Ponpes Al Anwari bukan sekadar ibadah puasa, tetapi momentum pembentukan karakter dan penguatan fondasi keilmuan Islam secara menyeluruh. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Riyadush Shalihin #Kertosari #ngaji kitab #pondok pesantren #al anwari #banyuwangi