RADARBANYUWANGI.ID – Ipuk Fiestiandani resmi melantik sembilan Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri di lingkungan Pemkab Banyuwangi, Rabu (18/2). Pelantikan digelar di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi dan diikuti para pejabat serta jajaran pendidikan setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menekankan agar para kepala sekolah yang baru dilantik tidak hanya fokus pada administrasi dan akademik, tetapi juga terlibat aktif dalam penanganan anak putus sekolah di Banyuwangi.
“Masalah pendidikan tetap menjadi prioritas kita. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Bapak/Ibu harus rajin tengok kanan kiri. Jika ada anak yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah, bantu menemukenali masalahnya dan segera laporkan kepada dinas terkait agar segera ditangani,” pesan Ipuk usai menyerahkan SK pengangkatan.
Daftar Nama Kepala SD Negeri yang Dilantik
Berikut sembilan kepala sekolah yang resmi dilantik dan mendapatkan promosi jabatan:
- Hurul Aini – Kepala SD Negeri 1 Gendoh
- Robi Hendrawan Joko Wahono – Kepala SD Negeri 1 Bubuk
- Sofa Majida – Kepala SD Negeri 2 Karangbendo
- Yuniati Nur Wahidah – Kepala SD Negeri 2 Sempu
- Dwi Soekarno – Kepala SD Negeri 1 Kedayunan
- Kambali – Kepala SD Negeri 7 Kebondalem
- Izza Zakiyah Wafi – Kepala SD Negeri 1 Karangsari
- Miming Sarasningrum – Kepala SD Negeri 5 Jambewangi
- Yudi Setyo Cahyono – Kepala SD Negeri 1 Sarongan
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan manajemen sekolah dasar di Banyuwangi agar lebih adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan pendidikan.
Fokus Tekan Anak Putus Sekolah
Ipuk menyebutkan, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai program untuk menekan angka anak putus sekolah. Program tersebut di antaranya:
- Beasiswa Banyuwangi Cerdas
- Bantuan uang saku dan transport bagi pelajar kurang mampu
- Program Solidaritas Siswa Asuh Sebaya (SAS)
Program SAS mendorong siswa dari keluarga berkecukupan untuk menyisihkan sebagian uang sakunya guna membantu teman yang membutuhkan.
“Namun terkadang masih ada anak yang tidak terdeteksi oleh kita. Di sinilah pentingnya kepedulian bersama. Bukan hanya ASN, seluruh elemen juga kami minta ikut membantu,” tegas Ipuk.
Ia meminta para kepala sekolah baru aktif melakukan pendataan dan deteksi dini terhadap potensi anak yang terancam putus sekolah di wilayahnya masing-masing.
Kepala Sekolah Harus Jadi Motor Inovasi
Selain persoalan akses pendidikan, Ipuk juga menekankan pentingnya inovasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjadi motor penggerak perubahan.
“Inovasi adalah kunci. Kepala sekolah harus mampu menemukan potensi, lalu mengorkestrasi semua sumber daya di sekolah sehingga menjadi sebuah keunggulan,” ujarnya.
Ipuk juga mendorong para kasek untuk membangun kolaborasi luas, baik dengan orang tua siswa, komite sekolah, dunia usaha, maupun jejaring lainnya.
Ciptakan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan
Tak kalah penting, kepala sekolah diminta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Ipuk mengingatkan agar proses pembelajaran tidak monoton dan hanya terpaku pada lembar kerja siswa (LKS).
“Pastikan semua guru bisa memberikan pengalaman belajar yang asyik sehingga anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah,” pesannya.
Dengan suasana belajar yang positif, diharapkan kualitas pendidikan dasar di Banyuwangi semakin meningkat.
Dinas Pendidikan Siap Dampingi Kasek Baru
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian, menyampaikan bahwa sembilan kepala sekolah yang dilantik merupakan ASN yang mendapatkan promosi.
“Kami akan terus melakukan pendampingan agar teman-teman kepala sekolah dapat bertugas sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati,” terang Alfian.
Saat ini, tercatat masih ada 283 ASN yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di SD Negeri se-Banyuwangi.
“Segera, kami akan ajukan penugasan teman-teman sebagai Kepala Sekolah ke Kemenpan melalui jalur non-reguler,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola pendidikan dasar di Banyuwangi, sekaligus mempercepat penuntasan persoalan anak putus sekolah dan peningkatan mutu pembelajaran. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin