Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hasil School Visit di Singapura, Kepala SMAN 1 Glagah Banyuwangi Siapkan Transformasi Pembelajaran

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:32 WIB
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah SPd MT saat school visit di Yishun Innova Junior College, Singapura, dalam rangka Program School Management and Curriculum Leadership, beberapa saat lalu.
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah SPd MT saat school visit di Yishun Innova Junior College, Singapura, dalam rangka Program School Management and Curriculum Leadership, beberapa saat lalu.

RADARBANYUWANGI.ID – Kunjungan sekolah dalam program School Management and Curriculum Leadership di Singapura menjadi momen paling berkesan bagi Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah SPd MT.

Selama lima hari, 10–14 November 2025, peraih Sunrise of Java Awards ini mempelajari langsung praktik kepemimpinan dan pembelajaran di sekolah unggulan Singapura, terutama saat melakukan school visit ke Yishun Innova Junior College (YIJC).

Di YIJC, Abdullah melihat budaya belajar yang kuat dengan pendekatan student-centred learning.

Siswa aktif berdiskusi, menganalisis, dan menyampaikan pendapat, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses berpikir.

Keterlibatan siswa tinggi karena pembelajaran dirancang berbasis pertanyaan dan pemecahan masalah nyata.

Tak hanya itu, sekolah tersebut juga memiliki sistem dukungan akademik dan wellbeing yang terstruktur.

Setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan, baik dalam capaian akademik maupun kesehatan mental.

Lingkungan sekolah dibangun untuk mendorong rasa aman, kolaboratif, dan berorientasi pada pertumbuhan karakter.

Teknologi pun dimanfaatkan secara efektif sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran.

Platform digital digunakan untuk diferensiasi tugas, umpan balik cepat, serta pemantauan perkembangan siswa.

Integrasi teknologi dilakukan secara terencana dan relevan dengan tujuan pembelajaran.

Menurut Abdullah, hasil school visit ini memberikan gambaran konkret bahwa perubahan besar dapat dimulai dari budaya belajar di kelas. 

“Yang paling penting bukan fasilitas mewah, tetapi konsistensi budaya refleksi dan keterlibatan siswa. Itu yang akan kami adaptasi di SMAN 1 Glagah secara bertahap,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sman 1 glagah #banyuwangi