RADARBANYUWANGI.ID - Berikut contoh teks khutbah Jumat tentang pahala menyambut bulan suci Ramadan, lengkap dengan ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Naskah ini disusun dua khutbah (pertama dan kedua) sesuai format umum khutbah Jumat.
KHUTBAH PERTAMA
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du,
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Karena hanya dengan takwa kita akan memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Bulan yang di dalamnya Allah turunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
Maka menyambut Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum memperbaiki diri.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala Ramadan. Bahkan dosa-dosa yang lalu dapat diampuni.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
"Apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Menyambut Ramadan adalah ibadah. Para ulama salaf dahulu berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan.
Ini menunjukkan kerinduan mereka terhadap bulan penuh pahala tersebut.
Beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam menyambut Ramadan:
-
Taubat nasuha, membersihkan diri dari dosa dan maksiat.
-
Memperbaiki niat, agar ibadah kita murni karena Allah.
-
Melatih diri dengan puasa sunnah dan memperbanyak tilawah.
-
Memperbanyak sedekah dan silaturahmi.
-
Menjaga hati dari iri, dengki, dan permusuhan.
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia."
(QS. Al-Baqarah: 185)
Maka siapa yang menyambut Ramadan dengan kesiapan iman, ia akan mendapatkan pahala berlipat ganda.
Sebaliknya, siapa yang menyia-nyiakannya, ia termasuk orang yang merugi.
Rasulullah SAW bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
"Sungguh merugi seseorang yang menjumpai Ramadan namun tidak diampuni dosanya."
(HR. Tirmidzi)
Na’udzubillah min dzalik.