Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Sekolah Negeri di Kota Probolinggo Tanpa Kepala Sekolah Definitif, 294 Guru Berebut 23 Kursi Kepsek

Ali Sodiqin • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB
Sebanyak 23 SD dan SMP negeri di Kota Probolinggo kosong kepsek. Disdikbud buka seleksi, 294 guru daftar, hanya 36 lolos syarat.
Sebanyak 23 SD dan SMP negeri di Kota Probolinggo kosong kepsek. Disdikbud buka seleksi, 294 guru daftar, hanya 36 lolos syarat.

RADARBANYUWANGI.ID - Kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek) definitif terjadi di puluhan sekolah negeri di Kota Probolinggo.

Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo membuka seleksi calon kepala sekolah secara terbuka dan ketat.

Data Disdikbud mencatat, terdapat 23 lembaga pendidikan negeri yang saat ini belum memiliki kepala sekolah definitif.

Rinciannya, 16 sekolah dasar (SD) dan 7 sekolah menengah pertama (SMP).

Kekosongan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kepala sekolah sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun.

294 Guru Daftar, Berebut 23 Kursi Kepsek

Antusiasme guru untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah terbilang tinggi. Tercatat 294 guru yang telah memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S-1 mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, seleksi calon kepala sekolah tahun ini dilakukan secara objektif dan transparan, berbasis sistem.

“Di Kota Probolinggo terjadi kekosongan jabatan kepala sekolah karena pejabat lama pensiun. Total ada 23 kepala sekolah yang dibutuhkan,” kata Romlah, Sabtu (7/2).

Ia menyebutkan, seluruh guru yang memenuhi syarat diundang secara otomatis melalui sistem (by system) untuk mengikuti seleksi.

“Tahun ini seleksi calon kepala sekolah betul-betul dilakukan secara objektif. Mulai tahapan undangan kepada guru yang memenuhi syarat kualifikasi S-1, pangkat minimal IIIC. Ada 294 guru yang diundang by system untuk ikut seleksi,” jelasnya.

Hanya 36 Guru Lolos Syarat Administratif

Meski jumlah pendaftar mencapai ratusan, hasil verifikasi menunjukkan bahwa tidak semua peserta memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Dari 294 guru yang mendaftar, hanya 36 calon kepala sekolah yang dinyatakan lolos persyaratan administrasi dan kualifikasi.

Romlah menyebut, proses penyaringan dilakukan secara ketat untuk memastikan calon kepala sekolah yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan manajerial.

Wali Kota Terjun Langsung Menilai Calon Kepsek

Tahapan penting dalam seleksi ini adalah paparan atau presentasi calon kepala sekolah, yang diseleksi langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.

Proses asesmen tersebut turut melibatkan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Rey Suwigtyo, Kepala BKSDM, serta Kepala Disdikbud Kota Probolinggo. Keterlibatan lintas unsur ini dimaksudkan agar penilaian tidak bersifat sepihak.

Ada beberapa aspek utama yang menjadi bahan penilaian, di antaranya:

“Pertimbangan lainnya nanti diperhatikan juga terkait kedisiplinan, melalui skor kehadiran dan penilaian rekan sejawat,” tambah Romlah.

Aminuddin: Kepala Sekolah Harus Jadi Problem Solver

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengungkapkan, dirinya secara khusus meminta agar asesmen calon kepala sekolah tidak hanya dilakukan secara kelembagaan oleh Disdikbud.

“Saya sengaja meminta kepala Disdikbud melakukan asesmen tidak hanya secara kelembagaan, tetapi juga melibatkan BKPSDM dan Pj Sekda,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, kepala sekolah ke depan harus mampu menjadi problem solving di lingkungan sekolah dan memiliki kemampuan tambahan, termasuk menguasai beberapa bahasa, yang dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Dukung Program Bersolek Kota Probolinggo

Selain kemampuan teknis dan kepemimpinan, Aminuddin juga menaruh perhatian pada visi calon kepala sekolah dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya program Bersolek Kota Probolinggo.

“Selain itu, saya ingin tahu rencana calon kepala sekolah dalam mendukung Bersolek, melalui kualitas pendidikan serta lingkungan. Saya perlu mendengar apa rencana calon kepala sekolah dalam menyusun strategi untuk pencapaian-pencapaian,” ungkapnya.

Ke depan, kepala sekolah yang terpilih akan ditempatkan menggunakan sistem inklusi, yang memberikan kesempatan setara bagi semua calon yang memenuhi kriteria.

Harapan Disdikbud

Dengan seleksi yang ketat dan melibatkan berbagai unsur, Disdikbud berharap kepala sekolah terpilih nantinya mampu:

Seleksi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kepemimpinan sekolah yang berkualitas, seiring tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sekolah negeri #kekosongan kasek #Kota Probolinggo #Kursi Kepsek #tanpa kepala sekolah