RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena astronomi kembali menghiasi langit malam Indonesia pada awal Februari 2026.
Salah satu peristiwa yang menarik perhatian adalah hujan meteor Alpha Centaurid yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Minggu, 8 Februari 2026.
Fenomena ini menjadi bagian dari rangkaian kejadian langit yang dapat disaksikan langsung tanpa peralatan khusus.
Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky, hujan meteor Alpha Centaurid aktif sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari, dengan intensitas tertinggi terjadi di sekitar tanggal puncak.
“Puncak aktivitas Alpha Centaurid diperkirakan terjadi pada 8 Februari 2026,” tulis In The Sky dalam keterangannya.
Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah menjelang fajar.
Pada periode tersebut, rasi Centaurus, tempat titik radian Alpha Centaurid berada, akan tampak lebih tinggi di langit.
Kondisi ini menguntungkan bagi wilayah Indonesia yang berada di belahan Bumi selatan.
“Rasi Centaurus terlihat lebih jelas dari belahan selatan, sehingga peluang pengamatan menjadi lebih optimal,” jelas In The Sky.
Alpha Centaurid berasal dari partikel debu kosmik yang tersisa dari objek induk di Tata Surya.
Saat Bumi melintasi jalur debu tersebut, partikel akan memasuki atmosfer dan terbakar, menghasilkan kilatan cahaya yang tampak sebagai meteor.
Nama Alpha Centaurid sendiri diambil dari lokasi radian yang berada dekat bintang Alpha Centauri.
Agar pengamatan berjalan maksimal, pengamat disarankan memilih lokasi minim polusi cahaya, seperti area terbuka jauh dari lampu kota.
Pengamatan sebaiknya dilakukan tanpa teleskop, karena meteor dapat muncul secara acak di berbagai arah langit.
Selain itu, mata perlu diberi waktu sekitar 15–20 menit untuk beradaptasi dengan kegelapan.
Dengan cuaca cerah dan persiapan yang tepat, hujan meteor Alpha Centaurid pada 8 Februari 2026 dapat menjadi pengalaman menarik bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati keindahan langit malam secara langsung.
Editor : Lugas Rumpakaadi