RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan kembali menghadirkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai asesmen standar nasional untuk mengukur pencapaian akademis peserta didik.
Berbeda dengan ujian nasional di masa lalu, TKA bersifat tidak wajib, sehingga siswa memiliki kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikuti asesmen ini.
Meski tidak diwajibkan, TKA dinilai memiliki peran strategis. Asesmen ini dirancang untuk memberikan laporan kemampuan akademik individu siswa yang terstandarisasi dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam berbagai proses akademik, termasuk seleksi pendidikan.
Alasan TKA Digelar: Jawaban atas Kesenjangan Penilaian
Selama beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan menghadapi persoalan serius terkait ketiadaan laporan capaian akademik individu yang berbasis penilaian nasional.
Kondisi ini kerap memunculkan masalah, terutama saat data akademik digunakan dalam proses seleksi.
Penilaian yang hanya mengandalkan rapor dari masing-masing satuan pendidikan dinilai belum sepenuhnya menjamin kepastian dan keadilan.
Perbedaan standar penilaian antarsekolah membuat hasil akademik sulit dibandingkan secara objektif.
Di sinilah TKA hadir sebagai solusi, dengan menyediakan instrumen penilaian yang sama untuk seluruh peserta, sehingga capaian akademik siswa dapat dipetakan secara lebih adil dan akurat.
TKA Tidak Wajib, Siswa Tetap Punya Pilihan
Penting digarisbawahi, TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Artinya, siswa tidak akan dirugikan apabila memilih untuk tidak mengikutinya.
Namun, bagi siswa yang ingin memiliki rekam jejak akademik terstandar secara nasional, TKA bisa menjadi nilai tambah.
Dengan sifatnya yang fleksibel, TKA juga diharapkan mampu mengurangi tekanan psikologis pada siswa, sekaligus tetap memberikan gambaran objektif tentang kemampuan akademik mereka.
Jadwal Lengkap TKA SD/MI dan SMP/MTs 2026
Berikut jadwal resmi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs:
- Pendaftaran Peserta: 19 Januari – 28 Februari 2026
- Simulasi TKA SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026
- Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
- Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
- Pelaksanaan TKA SMP: 6 – 16 April 2026
- Pelaksanaan TKA SD: 20 – 30 April 2026
- Pelaksanaan Susulan: 11 – 17 Mei 2026
- Proses dan Pengolahan Hasil: 18 – 23 Mei 2026
- Pengumuman Hasil TKA: 24 Mei 2026
Dengan jadwal yang cukup panjang, peserta didik memiliki waktu memadai untuk mempersiapkan diri, termasuk mengikuti simulasi yang telah disediakan.
Mata Pelajaran yang Diujikan dalam TKA
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA memfokuskan penilaian pada dua mata pelajaran utama, yaitu:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena menjadi fondasi utama literasi dan numerasi, yang merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan dasar dan menengah pertama.
Panduan Mengakses Simulasi TKA
Agar siswa lebih siap, pemerintah menyediakan simulasi TKA secara daring. Berikut langkah-langkah mengaksesnya:
- Kunjungi laman resmi:
https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka - Pilih jenjang pendidikan sesuai tingkat siswa
- Pilih jenis mata pelajaran, baik mata pelajaran wajib maupun pilihan
- Klik tombol “Mulai Simulasi” untuk memulai latihan
Melalui simulasi ini, siswa dapat mengenal format soal sekaligus mengukur kesiapan sebelum pelaksanaan TKA sesungguhnya.
Instrumen Pemetaan Akademik Nasional
Lebih dari sekadar tes, TKA diposisikan sebagai instrumen pemetaan akademik nasional.
Hasil TKA diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas pembelajaran sekaligus membantu berbagai pihak dalam mengambil kebijakan berbasis data.
Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan fleksibel, TKA menjadi langkah baru dalam sistem asesmen pendidikan nasional—memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, tanpa tekanan berlebihan. (*)
Editor : Ali Sodiqin