RADARBANYUWANGI.ID - Berikut teks khutbah Jumat 6 Februari 2026 bertema “Menyambut Bulan Ramadan”, disusun lengkap, tertib, dan sesuai kaidah khutbah Jumat.
Khutbah pertama berbahasa Indonesia disertai ayat Al-Qur’an dan hadis, sedangkan khutbah kedua full bahasa Arab.
KHUTBAH PERTAMA
Khutbah Pertama (Bahasa Indonesia)
الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan keselamatan di akhirat kelak.
Pada kesempatan khutbah Jumat kali ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Sebentar lagi, umat Islam akan kembali dipertemukan dengan Ramadan. Bulan yang di dalamnya Allah SWT mewajibkan puasa sebagai sarana pendidikan ruhani, pengendalian diri, serta peningkatan ketakwaan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
Oleh karena itu, menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan persiapan fisik, tetapi juga persiapan iman, ilmu, dan akhlak.
Rasulullah SAW juga memberikan kabar gembira tentang keutamaan bulan Ramadan. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar peluang bagi setiap muslim untuk meningkatkan amal kebaikan dan memperbaiki diri.
Oleh karena itu, menyambut Ramadan hendaknya dilakukan dengan taubat yang sungguh-sungguh, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta mempererat hubungan sesama manusia.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Para ulama menasihatkan, di antara bentuk persiapan menyambut Ramadan adalah:
- Membersihkan hati dari sifat dengki, iri, dan permusuhan.
- Melatih diri dengan amal saleh, seperti memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
- Menuntut ilmu tentang hukum-hukum puasa agar ibadah kita sah dan bernilai di sisi Allah.
- Menata niat, menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih taat.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan bulan Ramadan, memberi kekuatan untuk beribadah dengan maksimal, serta menerima seluruh amal ibadah kita.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
Khutbah Kedua (Bahasa Arab Penuh)