Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Fenomena Langka, Tapi Tak Terlihat di Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:15 WIB
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 terjadi di Antartika.
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 terjadi di Antartika.

RADARBANYUWANGI.ID - Di pertengahan Februari 2026, dunia astronomi akan kembali diramaikan oleh fenomena langit yang tergolong langka, yakni Gerhana Matahari Cincin.

Peristiwa ini dijadwalkan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, dan menjadi perhatian para pengamat langit di berbagai belahan dunia.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukuran tampak Bulan lebih kecil dibandingkan Matahari.

Akibatnya, Matahari tidak tertutup sepenuhnya dan tampak seperti cincin cahaya terang di langit.

Fenomena ini kerap disebut sebagai ring of fire eclipse.

Berdasarkan data astronomi internasional yang dirilis oleh Time and Date serta National Geographic, Gerhana Matahari Cincin berlangsung dalam beberapa fase.

Berikut urutan waktunya dalam Waktu Universal (UTC) dan Waktu Indonesia Barat (WIB):

Pada fase maksimum, Matahari akan tampak seperti lingkaran bercahaya dengan bagian tengah gelap akibat tertutup Bulan.

Fenomena ini berkaitan erat dengan posisi orbit Bulan.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 terjadi saat Bulan berada dekat jarak rata-rata dari Bumi.

Data astronomi mencatat Bulan melewati fase apogee pada 10 Februari 2026 dan akan menuju perigee pada 24 Februari 2026.

Kondisi tersebut membuat diameter tampak Bulan lebih kecil, sehingga tidak mampu menutupi Matahari secara total.

Inilah yang menyebabkan terbentuknya efek cincin cahaya di langit.

Sayangnya, fase cincin gerhana hanya dapat disaksikan dari wilayah Antartika.

Jalur bayangan inti Bulan tidak melintasi kawasan dengan populasi besar, sehingga jumlah pengamat yang dapat menyaksikan fase cincin sangat terbatas.

Beberapa wilayah yang masih memungkinkan untuk mengamati fase sebagian gerhana meliputi:

Indonesia tidak termasuk dalam jalur pengamatan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026.

Posisi geografis Indonesia berada jauh dari lintasan bayangan Bulan, sehingga baik fase cincin maupun fase sebagian tidak dapat diamati dari wilayah Tanah Air.

Meski tidak dapat menyaksikan gerhana, Februari 2026 tetap menawarkan sejumlah fenomena astronomi menarik yang dapat diamati dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

1. Snow Moon (2 Februari 2026)

Bulan purnama terjadi pada awal Februari dan dikenal dengan sebutan Snow Moon.

Nama ini berasal dari tradisi di belahan Bumi utara yang mengaitkannya dengan puncak musim dingin dan curah salju tinggi.

Bulan akan tampak berwarna kekuningan hingga jingga saat terbit di ufuk.

2. Hujan Meteor Alpha Centaurid (Puncak 8 Februari 2026)

Hujan meteor ini aktif sejak akhir Januari hingga 21 Februari, dengan puncak pada 8 Februari 2026.

Dari Jakarta, meteor dapat diamati mulai sekitar pukul 21.54 WIB hingga menjelang fajar.

Laju meteor mencapai sekitar enam meteor per jam dalam kondisi langit cerah.

3. Konjungsi Bulan dan Saturnus (20 Februari 2026)

Pada tanggal 20 Februari, Bulan dan Saturnus akan tampak berdekatan di langit malam.

Fenomena ini dapat diamati tanpa alat bantu optik, asalkan cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

4. Parade Enam Planet (28 Februari 2026)

Akhir bulan akan ditutup dengan fenomena parade planet, melibatkan Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.

Jupiter akan tampak paling terang, sementara Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop untuk diamati.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 menjadi fenomena astronomi langka yang sayangnya tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

Meski demikian, berbagai peristiwa langit lain sepanjang Februari 2026 tetap menarik untuk diamati dan dipelajari.

Fenomena-fenomena ini menjadi pengingat akan dinamika tata surya yang terus bergerak dan menghadirkan keindahan di langit malam.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#antartika #februari #gerhana matahari cincin