Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Setelah 50 Tahun, Rahasia Bentuk Jupiter Akhirnya Terbongkar

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:15 WIB
Penelitian terbaru mengungkap Jupiter lebih kecil dan pipih.
Penelitian terbaru mengungkap Jupiter lebih kecil dan pipih.

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah tim peneliti internasional berhasil mengungkap fakta baru mengenai ukuran dan bentuk Jupiter dengan tingkat presisi tertinggi sepanjang sejarah pengamatan.

Berdasarkan pengukuran terbaru, planet terbesar di tata surya tersebut ternyata lebih kecil dan lebih pipih dibandingkan dengan perkiraan yang selama ini digunakan para ilmuwan.

Temuan ini disampaikan oleh Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann (Weizmann Institute of Science) di Israel pada Senin (2/2/2026).

Penelitian tersebut menjadi terobosan penting karena memperbarui pemahaman ilmiah yang selama hampir lima dekade bertumpu pada data lama.

Selama puluhan tahun, ukuran dan bentuk Jupiter dihitung berdasarkan enam pengukuran utama yang dilakukan oleh wahana antariksa Voyager dan Pioneer milik NASA pada era 1970-an.

Kedua misi tersebut menggunakan sinyal radio untuk memperkirakan dimensi Jupiter.

Meski sangat berharga pada masanya, data tersebut masih menyimpan ketidakpastian akibat keterbatasan teknologi dan metode pengukuran saat itu.

Akibatnya, model struktur Jupiter yang digunakan ilmuwan hingga kini masih bersifat perkiraan.

Penelitian terbaru ini memanfaatkan data dari wahana antariksa Juno, yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016.

Setelah misi Juno diperpanjang pada tahun 2021, wahana tersebut diarahkan ke lintasan baru yang strategis, yaitu melintas di belakang Jupiter dari sudut pandang Bumi.

Ketika Juno berada di balik Jupiter, sinyal radionya mengalami pembelokan akibat atmosfer Jupiter yang sangat padat.

Fenomena ini menjadi kunci utama pengukuran presisi tinggi.

Dengan melacak seberapa besar sinyal radio Juno dibelokkan oleh atmosfer Jupiter, para peneliti dapat menghitung ukuran planet tersebut dengan akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode sebelumnya.

Pendekatan ini memungkinkan pengukuran yang sangat rinci terhadap bentuk Jupiter.

Hasilnya menunjukkan bahwa Jupiter sekitar 8 kilometer lebih sempit di bagian ekuator dan sekitar 24 kilometer lebih pipih di bagian kutub dibandingkan dengan estimasi sebelumnya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Astronomy ini memberikan dampak besar bagi pemahaman ilmiah tentang Jupiter.

Data baru tersebut membantu para ilmuwan menyempurnakan model struktur bagian dalam Jupiter, termasuk distribusi massa dan dinamika lapisan-lapisan dalam planet.

Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan baru mengenai angin ekstrem yang bertiup kencang di Jupiter, struktur dalam yang kompleks, serta proses pembentukan dan evolusi planet-planet raksasa gas di tata surya maupun di luar tata surya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jupiter #nasa