Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rawat Sungai lewat Tulisan, Dinas PU Pengairan Gelar Lomba Menulis Sekardadu

Sigit Hariyadi • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:44 WIB
PELESTARIAN: Ratusan siswa bersama petugas Dinas PU Pengairan menebar bibit ikan dalam rangkaian program Sekardadu di Sungai Patemon, Desa Kelir pada Agustus 2025 lalu.
PELESTARIAN: Ratusan siswa bersama petugas Dinas PU Pengairan menebar bibit ikan dalam rangkaian program Sekardadu di Sungai Patemon, Desa Kelir pada Agustus 2025 lalu.

RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi kembali mendorong partisipasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan melalui Kompetisi Menulis Sekardadu (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai). Lomba ini terbuka bagi pelajar SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi se-Banyuwangi.

Kompetisi tersebut dibagi dalam dua kategori. Pertama, lomba cerita pendek yang ditujukan bagi pelajar SD dan SMP dengan tema “Pengalaman dan Harapan tentang Program Sekardadu.

Kedua, lomba artikel jurnalistik bagi pelajar SMA dan mahasiswa dengan tema “Konservasi Sumber Daya Air dalam Program Sekardadu di Banyuwangi”.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby menjelaskan, lomba ini tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan literasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga daerah aliran sungai (DAS). “Melalui tulisan, peserta diharapkan mampu menuangkan gagasan, pengalaman, serta pandangannya terkait upaya konservasi air dan lingkungan,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby

Kompetisi menulis ini bersifat perorangan. Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu peserta. Karya ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan panjang maksimal 650 kata, format kertas A4, spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12.

Pengumpulan karya dibuka mulai 1 hingga 16 Februari 2026. Naskah dikirim dalam format doc (Ms Word) melalui tautan Google Form yang telah disediakan panitia.

Peserta juga diwajibkan melampirkan scan kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah, bukti mengikuti akun Instagram @dinas_pengairan.bwi, serta surat pernyataan keaslian karya.

Penilaian lomba akan dilakukan pada 17–27 Februari 2026 oleh dewan juri yang terdiri dari perwakilan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, serta Jawa Pos Radar Banyuwangi. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 2 Maret 2026 melalui media sosial resmi panitia.

Riza menegaskan, karya yang dikirim harus orisinal, belum pernah dipublikasikan di media cetak, online, blog, maupun media sosial. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai. Untuk lomba cerita pendek, juara pertama akan memperoleh Rp 500 ribu, juara kedua Rp 400 ribu, dan juara ketiga Rp 300 ribu. Sedangkan pada kategori artikel jurnalistik, juara pertama mendapatkan Rp 600 ribu, juara kedua Rp 500 ribu, dan juara ketiga Rp 400 ribu. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#pu pengairan #sekardadu #banyuwangi