RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Banyuwangi.
Yusril Ihsan Adinatanegara, siswa SMAN 1 Glagah, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tingkat nasional Tahun 2025.
Capaian tersebut menempatkan Yusril sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia di bidang matematika.
Atas prestasi gemilang itu, Yusril mendapat apresiasi istimewa dari dua sekolah sekaligus, yakni SMAN 1 Glagah tempatnya menempuh pendidikan saat ini, serta SMPN 1 Banyuwangi, sekolah yang turut menempa kemampuan akademiknya di jenjang sebelumnya.
Penghargaan tersebut menjadi simbol dukungan dan kebanggaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui siswa berprestasi tersebut.
Perjalanan Yusril menuju podium tertinggi OSN nasional terbilang unik dan inspiratif. Saat mengikuti OSN tingkat kabupaten, Yusril masih tercatat sebagai siswa SMPN 1 Banyuwangi.
Namun, ketika berhasil melangkah ke OSN tingkat provinsi, putra pasangan Hendrik dan Mareta itu telah resmi menyandang status sebagai siswa kelas X SMAN 1 Glagah.
Peralihan jenjang pendidikan tidak menjadi hambatan. Justru, Yusril mampu menjaga konsistensi prestasinya hingga akhirnya tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional dengan membawa pulang medali emas OSN Matematika 2025.
Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih anak didiknya.
Menurutnya, prestasi Yusril bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi sekolah dalam menegaskan komitmen pembinaan prestasi akademik.
“Ini capaian yang sangat bergengsi. Prestasi Yusril menjadi kebanggaan besar bagi sekolah. Tentu kami memberikan apresiasi sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar prestasinya terus berlanjut,” ujarnya.
Abdullah menambahkan, pihak sekolah berharap Yusril tidak berhenti di level nasional. Dengan potensi dan konsistensi yang dimiliki, Yusril dinilai memiliki peluang besar untuk melangkah ke pentas internasional.
“Kami berharap Yusril bisa masuk tahapan berikutnya, mulai Pelatnas 1, Pelatnas 2, hingga terpilih memperkuat tim Indonesia di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) di Shanghai,” tegasnya penuh optimisme.
Apresiasi serupa juga datang dari SMPN 1 Banyuwangi, sekolah yang menjadi tempat awal Yusril mengasah kemampuan matematikanya.
Plt Kepala SMPN 1 Banyuwangi, Sugeng Lukito, menyebut Yusril sebagai aset berharga bagi daerah.
“Yusril adalah aset Banyuwangi. Kami bangga karena meski sudah lulus dari SMPN 1 Banyuwangi, prestasinya terus berlanjut. Harapan kami, Yusril bisa terus mengharumkan nama Banyuwangi hingga ke tingkat internasional,” katanya.
Di balik prestasi tersebut, Yusril mengakui bahwa perjuangan menuju medali emas OSN nasional bukanlah perjalanan yang mudah.
Tahun 2025, kompetisi OSN Matematika semakin ketat dengan adanya tambahan babak semifinal di tingkat nasional, yang menuntut kesiapan mental dan penguasaan materi lebih mendalam.
“Perjuangannya cukup berat. Tahun ini persaingan semakin ketat karena ada semifinal di tingkat nasional. Saya bersyukur mendapat dukungan penuh dari sekolah, baik SMP maupun SMA. Semoga ke depan saya bisa melangkah hingga level internasional,” ujar Yusril.
Prestasi Yusril Ihsan Adinatanegara menjadi bukti bahwa dengan ketekunan, dukungan lingkungan sekolah, serta pembinaan berkelanjutan, pelajar daerah mampu bersaing dan bersinar di tingkat nasional bahkan internasional.
Capaian ini sekaligus menambah daftar panjang prestasi Banyuwangi di bidang pendidikan dan sains. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin