Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dr Soekardjo Transformasikan Stikes Banyuwangi Jadi Unidsoe Bertaraf Internasional

Bagus Rio Rohman • Kamis, 29 Januari 2026 | 09:00 WIB

Dr Soekardjo sukses mentransformasi Stikes Banyuwangi menjadi Universitas Dr Soekardjo bertaraf internasional dengan prodi global.
Dr Soekardjo sukses mentransformasi Stikes Banyuwangi menjadi Universitas Dr Soekardjo bertaraf internasional dengan prodi global.

RADARBANYUWANGI.ID - Perubahan besar dalam dunia pendidikan Banyuwangi tak lepas dari peran Dr Soekardjo.

Sosok akademisi ini mencatatkan sejarah penting dengan membawa lembaga pendidikan kesehatan di Bumi Blambangan melompat ke level yang lebih tinggi dan berdaya saing global.

Melalui kepemimpinannya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi resmi bertransformasi menjadi Universitas Dr Soekardjo (Unidsoe).

Transformasi tersebut bukan perkara mudah. Stikes Banyuwangi telah berdiri dan eksis selama 19 tahun sebagai institusi pendidikan kesehatan.

Mengubahnya menjadi universitas, terlebih dengan orientasi internasional, membutuhkan visi jauh ke depan, keberanian mengambil risiko, serta kerja keras yang konsisten.

Namun tantangan itu justru dijawab Dr Soekardjo dengan langkah strategis. Ia tidak sekadar mengubah status kelembagaan, tetapi juga memperluas cakrawala keilmuan agar Unidsoe mampu menjawab kebutuhan zaman.

Selain tetap mempertahankan Fakultas Kesehatan sebagai kekuatan utama, Unidsoe menghadirkan Fakultas Teknologi Internasional dengan tiga program studi baru.

Ketiga program studi tersebut meliputi S1 Perdagangan Internasional, S1 Manajemen Bisnis Internasional, dan S1 Sistem Informasi.

Kehadiran prodi-prodi ini menandai arah baru Unidsoe sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia di bidang bisnis, teknologi, dan perdagangan global.

“Alhamdulillah, di usia 19 tahun, Stikes Banyuwangi berubah menjadi Universitas Dr Soekardjo. Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar,” ujar Rektor Unidsoe, Dr Soekardjo.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan ikhtiar untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.

Dengan status universitas, pilihan program studi semakin beragam, sehingga masyarakat memiliki alternatif pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.

“Perubahan Stikes menjadi Unidsoe ini untuk mempermudah masyarakat mengenyam pendidikan. Bahkan ke depan bisa meningkat ke skala internasional,” tegasnya.

Transformasi kelembagaan tersebut diiringi dengan berbagai terobosan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Salah satu fokus utama Dr Soekardjo adalah peningkatan akses pendidikan bagi kalangan kurang mampu. Melalui Unidsoe, berbagai program beasiswa digulirkan secara berkelanjutan.

Beberapa di antaranya adalah Beasiswa Hafidz Quran, Beasiswa Bina Husada Cendikia, KIP Kuliah, serta Beasiswa Anggota Keluarga Tenaga Kesehatan (Bakesnakes).

Program-program tersebut dirancang untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Banyuwangi untuk meraih pendidikan tinggi.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Unidsoe memfasilitasi 16 tenaga pendidik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3).

Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu akademik dan reputasi universitas.

Tak berhenti di situ, Dr Soekardjo juga menaruh perhatian besar pada output lulusan. Ia ingin mahasiswa Unidsoe tidak hanya lulus, tetapi memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat pendidikan bahasa asing.

“Saat ini kami memberikan pendidikan bahasa asing kepada mahasiswa. Minimal mereka memahami dan lancar. Selain bahasa Inggris, juga Bahasa Arab, Jepang, Jerman, dan lainnya,” jelasnya.

Penguasaan bahasa asing tersebut menjadi bekal penting agar lulusan Unidsoe dapat terserap di dunia kerja global. Terlebih, Unidsoe telah membangun berbagai kerja sama internasional yang membuka peluang bagi alumni untuk berkiprah hingga ke luar negeri.

Lebih jauh, keberadaan Unidsoe diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan meningkatnya aktivitas akademik, kebutuhan tenaga kerja, serta kerja sama global, kampus ini diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal di Banyuwangi.

Melalui kepemimpinan visioner dan langkah-langkah nyata, Dr Soekardjo menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar perubahan status, melainkan proses panjang untuk membangun masa depan.

Dari Stikes Banyuwangi menuju Universitas Dr Soekardjo, ia membuktikan bahwa mimpi menghadirkan pendidikan bertaraf internasional dari daerah bukanlah hal yang mustahil. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#unidsoe banyuwangi #Sunrise Of Java Award