RADARBANYUWANGI.ID - Dedikasi dan inovasi Kepala SMP Negeri 2 Glagah, Karyono, dalam mendorong transformasi pendidikan di wilayah pedesaan mendapat pengakuan luas.
Atas kiprahnya tersebut, Jawa Pos Radar Banyuwangi menetapkannya sebagai salah satu penerima Sunrise of Java (SoJ) Award 2026, sebuah apresiasi bagi tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Karyono dikenal melalui gagasan visioner “Sekolah Deso, Roso Kuto”. Filosofi ini menegaskan bahwa sekolah yang berada di desa harus memiliki kualitas layanan pendidikan, fasilitas, serta pola pikir yang setara dengan sekolah di wilayah perkotaan. Menurutnya, letak geografis tidak boleh menjadi alasan tertinggalnya mutu pendidikan.
Prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai terobosan konkret. Di bawah kepemimpinannya, SMPN 2 Glagah bertransformasi menjadi sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Seluruh ruang pembelajaran kini dilengkapi TV Android dan akses internet yang memadai untuk mendukung pembelajaran digital.
Tak berhenti di situ, sekolah juga mulai mengintegrasikan Coding dan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari proses pembelajaran.
AI dimanfaatkan sebagai media pendukung, personalisasi materi ajar, hingga penguatan literasi digital siswa agar mereka siap menghadapi tantangan era teknologi.
Untuk meningkatkan minat baca dan literasi, SMPN 2 Glagah menghadirkan beragam fasilitas inovatif.
Mulai dari perpustakaan digital, podcast edukatif, mini bioskop pembelajaran, hingga pemanfaatan virtual reality (VR) sebagai media belajar interaktif.
Pendekatan ini membuat kegiatan belajar menjadi lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan dunia siswa.
Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga budaya sekolah.
Penguatan pendidikan karakter, perubahan pola belajar yang lebih partisipatif, serta penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang dibangun. Sekolah diarahkan menjadi ruang tumbuh yang nyaman bagi siswa maupun guru.
Komitmen tersebut juga tercermin dari konsistensi SMPN 2 Glagah dalam menjaga lingkungan. Sekolah ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
Program peduli lingkungan dijalankan secara terintegrasi dalam pembelajaran, menanamkan kesadaran hidup ramah lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
Meski telah meraih berbagai capaian, Karyono menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir.
Ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus terus dibenahi, khususnya dalam peningkatan kompetensi teknologi informasi bagi guru serta pendalaman literasi digital siswa agar pemanfaatan AI benar-benar optimal dan berkelanjutan.
“Teknologi hanyalah alat. Tantangan ke depan adalah memastikan guru dan siswa mampu memanfaatkannya secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dengan capaian, refleksi, serta komitmen untuk terus berbenah, Karyono dinilai layak menerima SoJ Award 2026.
Kiprahnya menjadi bukti bahwa sekolah desa mampu melakukan lompatan transformasi melalui kepemimpinan visioner dan pemanfaatan teknologi berbasis AI, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin