Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Reyno Felix Altair, Putra Banyuwangi Raih Perak IJSO Rusia 2025, Harumkan Nama Indonesia

Sigit Hariyadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 05:30 WIB

Reyno Felix Altair Hidayat, siswa MTsN 3 Banyuwangi, sukses meraih medali perak International Junior Science Olympiad 2025 di Rusia.
Reyno Felix Altair Hidayat, siswa MTsN 3 Banyuwangi, sukses meraih medali perak International Junior Science Olympiad 2025 di Rusia.

RADARBANYUWANGI.ID - Warga Banyuwangi patut berbangga. Salah satu putra terbaik Bumi Blambangan, Reyno Felix Altair Hidayat, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Siswa MTsN 3 Banyuwangi itu berhasil membawa pulang medali perak pada ajang bergengsi International Junior Science Olympiad (IJSO) yang digelar di Rusia pada akhir 2025 lalu.

Olimpiade sains internasional tersebut berlangsung pada 23 November hingga 2 Desember 2025 dan diikuti peserta dari 21 negara di berbagai belahan dunia.

Dalam ajang bergengsi yang menguji kemampuan sains terpadu tingkat junior itu, Indonesia mengirimkan enam pelajar terbaik hasil seleksi nasional ketat.

Dari enam delegasi tersebut, Reyno tampil menonjol sebagai satu-satunya wakil Indonesia peraih medali perak, sementara peserta Indonesia lainnya meraih medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi prestasi luar biasa, tidak hanya bagi Reyno secara pribadi, tetapi juga bagi dunia pendidikan Banyuwangi dan Indonesia.

Terlebih, persaingan di IJSO dikenal sangat ketat karena menggabungkan kemampuan Fisika, Biologi, dan Kimia dalam satu rangkaian lomba.

Sebelum berlaga di Rusia, Reyno menjalani persiapan panjang melalui Pelatihan Nasional (Pelatnas) selama satu bulan.

Pelatnas tersebut dibagi di dua kampus ternama, yakni dua pekan di Universitas Indonesia (UI) dan dua pekan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Reyno dilatih langsung oleh sejumlah profesor di bidang Fisika, Biologi, dan Kimia. Pelatihannya sangat intensif. Apalagi Reyno sebelumnya belum mendapatkan pelajaran Kimia karena memang belum diajarkan di tingkat SMP. Tapi Alhamdulillah dia bisa mengikuti dan beradaptasi dengan baik,” ujar Rina Hidayat, ibunda Reyno.

Tak banyak yang tahu, perjalanan Reyno menuju ajang internasional itu diawali dari prestasi berjenjang di tingkat nasional.

Sebelum masuk Pelatnas, Reyno merupakan juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Prestasi itulah yang mengantarkannya masuk dalam seleksi Pelatnas.

Selama Pelatnas, Reyno harus bersaing dengan 30 peserta terbaik se-Indonesia. Proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis hingga akhirnya hanya enam siswa terbaik yang dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang IJSO Rusia.

Rina mengungkapkan, kunci keberhasilan putranya tidak lepas dari kedisiplinan dan ketekunan belajar. Reyno dikenal sebagai anak yang konsisten berlatih dan memiliki motivasi belajar tinggi.

“Setiap hari Reyno selalu mengerjakan latihan soal tanpa diminta. Dia memang punya rasa ingin tahu besar dan sangat disiplin,” tutur Rina.

Sementara itu, Reyno mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraihnya. Meski harus menjalani lomba dengan tingkat kesulitan tinggi, ia bersama kontingen Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaik.

“Alhamdulillah kami senang dan bahagia bisa membawa pulang medali. Di sana lombanya sangat kompetitif. Ada ujian teori, eksperimen, dan MCQ atau pilihan ganda. Pesertanya dari puluhan negara dengan kemampuan yang luar biasa,” kata Reyno.

Prestasi Reyno menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level dunia jika diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat.

Keberhasilan ini sekaligus diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus berprestasi, berani bermimpi besar, dan mengharumkan nama daerah serta bangsa di panggung internasional. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#MTsN 3 Banyuwangi #rusia #IJSO #Sunrise Of Java Award #banyuwangi