RADARBANYUWANGI.ID - Dedikasi dan konsistensi dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak mengantarkan Kepala SMP Negeri 3 Banyuwangi, Holilik, meraih Sunrise of Java (SoJ) Award 2026 sebagai Tokoh Pendidikan.
Penghargaan dari Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinan Holilik yang sarat prestasi serta inovatif dalam mengembangkan pendidikan berbasis karakter, kesehatan, dan kepedulian lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Holilik, SMPN 3 Banyuwangi tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.
Ia memandang sekolah sebagai ruang pembentukan manusia seutuhnya yang harus mampu menjawab kebutuhan nyata peserta didik sekaligus tantangan lingkungan sekitar.
“Memimpin sekolah bukan sekadar mengelola administrasi. Yang lebih penting adalah memastikan sekolah memberi dampak nyata bagi siswa dan masyarakat,” tegas Holilik.
Berangkat dari prinsip tersebut, berbagai program di SMPN 3 Banyuwangi dirancang berbasis kebutuhan riil peserta didik.
Inovasi pendidikan tidak ditempatkan sebagai slogan, melainkan diterapkan secara nyata dan terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Melalui sembilan inovasi unggulan, SMPN 3 Banyuwangi berkembang sebagai sekolah berkelanjutan yang mengedepankan kesehatan, kepedulian lingkungan, serta pembentukan karakter.
Seluruh inovasi tersebut dirangkai dalam satu kesatuan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan memperkuat.
Salah satu inovasi utama adalah Laku Riko (Olah Sampahku Lestari Sekolahku).
Program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini sekaligus membentuk sikap tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial pada siswa.
Melalui Laku Riko, siswa tidak hanya diajak memahami konsep lingkungan, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berkat program tersebut, SMPN 3 Banyuwangi berkembang sebagai sekolah geopark yang menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain dalam pengelolaan lingkungan berbasis edukasi.
Sekolah ini kerap menjadi tujuan studi tiru dalam penerapan pendidikan lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada lingkungan, Holilik juga memberi perhatian besar pada aspek kesehatan peserta didik, khususnya kesehatan remaja putri. Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah pencegahan anemia.
Edukasi kesehatan dilakukan melalui pendekatan teman sebaya, yang dinilai lebih efektif karena pesan disampaikan secara terbuka, komunikatif, dan mudah diterima oleh siswa.
Pendekatan ini membuat siswa merasa lebih nyaman dalam berdiskusi mengenai isu kesehatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Berbagai inovasi tersebut membuahkan hasil nyata. SMPN 3 Banyuwangi berhasil meraih Juara 1 Sekolah Sehat serta predikat Adiwiyata Mandiri, sebuah pencapaian tertinggi bagi sekolah yang konsisten dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Holilik menegaskan, seluruh capaian tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi dan komitmen bersama seluruh warga sekolah.
Mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua, semuanya terlibat aktif dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak.
“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan terus menghadirkan inovasi agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang sehat, berkarakter, dan peduli lingkungan,” ujarnya.
Penganugerahan SoJ Award 2026 kepada Holilik menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari angka dan peringkat, tetapi juga dari keberhasilan sekolah membentuk karakter, kesadaran kesehatan, dan kepedulian lingkungan pada generasi muda. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin