RADARBANYUWANGI.ID – Tidak hanya berfokus mencetak siswa-siswi berprestasi, SMAN 2 Taruna Bhayangkara (SMADATARA) Genteng juga aktif ambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas pemerintah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengoptimalan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Program SIKAP merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bertujuan memperkuat peran satuan pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki sekolah.
Program ini mendorong sekolah untuk mengelola lahan dan sumber daya secara produktif, inovatif, serta berkelanjutan.
Kepala SMADATARA Genteng H. Mujib S.Pd., M.M. menjelaskan, sebelum program SIKAP diluncurkan secara resmi, pihak sekolah sejatinya telah lebih dulu menjalankan konsep serupa melalui program bernama School Food Care.
Program tersebut berfokus pada pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan pertanian yang berkelanjutan.
“Program ini sebenarnya sudah kami rintis sebelumnya. Minggu (25/1) lalu kami resmikan dalam program SIKAP dan melakukan launching bersama Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara daring. Saat itu kami menanam cabai dan jagung bersama para siswa di lahan sekolah,” kata Mujib.
Tanamkan Kemandirian dan Kepedulian
Melalui program SIKAP, sekolah tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kepada peserta didik.
Di antaranya kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab sosial.
Menurut Mujib, partisipasi SMAN 2 Taruna Bhayangkara dalam program ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan ketahanan pangan.
“Program ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah. Harapannya, kami bisa membangun ekosistem sekolah yang inovatif, berdaya guna, dan memberi manfaat nyata bagi taruna dan taruni,” terangnya.
Hasil Panen untuk Konsumsi Siswa
Menariknya, hasil dari program ketahanan pangan tersebut tidak hanya sebatas praktik pembelajaran.
Produk pertanian yang dihasilkan para siswa nantinya juga dimanfaatkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa yang tinggal di asrama sekolah.
“Contohnya pepaya yang kami tanam bersama Kapolda Jawa Timur tahun lalu. Saat ini sudah bisa dipanen dan dikonsumsi oleh siswa kami di asrama,” jelas Mujib.
Bahkan, hasil penanaman bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si pada pertengahan 2025 lalu kini sudah menunjukkan hasil yang signifikan.
“Kami sudah panen empat kali dengan total sekitar lima kuintal. Ini membuktikan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar kami jalankan dengan serius,” tegasnya.
Dengan pengoptimalan Program SIKAP, SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng tidak hanya menjadi lembaga pendidikan unggulan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran ketahanan pangan sejak dini di lingkungan sekolah. (sas)
Editor : Ali Sodiqin