Namun beliau menyempatkan diri untuk mengisi tausiah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Giri (Smagi) Taruna Bangsa.
Kamis (22/1) Kyai Haji Abdul Ghofar mengisi tausiah agama untuk memeringati Isro Miraj di Smagi Taruna Bangsa.
Dan isu kecelakaan ataupun meninggal, adalah tidak benar.
Itu disampaikan sendiri oleh KH Abdul Ghofar sebagai pembuka tausiah.
“Isun iku mung rambiten (saya cuman sakit rambiten.red), bahasa medisnya kena herpes,” ujar Ghofar.
Dan tentu saja disambut gelak tawa oleh seluruh siswa dan guru yang mengikuti acara tersebut.
Dalam tausiahnya KH Abdul Ghofar berpesan kepada siswa Smagi Taruna Bangsa akan tiga hal.
Yang pertama jagalah shalat tepat waktu, berbakti kepada orang tua dan yang ketiga adalah bersedekah.
Gaya khas saat menyampaikan tausiah yang diselingi dengan gurauan membuat siswa tidak jemu dan khidmat dalam mengikuti acara.
Ditempatkan di panggung ekspresi, acara ini tidak sekedar tausiah saja, tetapi juga doa bersama kelas XII yang sebentar lagi mengadu nasib untuk melanjutkan jenjang ke pendidikan yang lebih tinggi.
Yaitu Perguruan Tinggi, Sekolah Kedinasan maupun yang lainnya.
Diawal ada beberapa acara sebagai pembuka.
Semisal penampilan hadrah, pembacaan ayat suci alquran dan kesenian tari padang pasir.
Yang kesemuanya merupakan penampilan dari siswa siswi Smagi Taruna Bangsa.
Tetapi juga menghayati sekaligus mengamalkan apa yang telah dipesankan oleh beliau.
Di waktu yang sama, disaat siswa siswi muslim mengikuti acara peringatan Isro Miraj, siswa yang beragama lain juga mengikuti ibadah sesuai dengan keyakin masing-masing.
Hal ini ditunjukkan saat Ketut meninjau kegiatan siswa beragama Nasrani dan Hindu.
“Ini sudah merupakan rutinitas di Smagi Taruna Bangsa,” terang Ketut.
Saat siswa muslim menjalan ibadah atau memeringati hari besar Islam, siswa agama lain juga melaksanakan ibadah.
Contohnya siswa Nasrani melaksanakan kebaktian dan doa bersama.
Yang dilaksanakan diruang perpustakaan, lanjut Ketut saat meninjau kegiatan kebaktian.
Perlu diketahui, tahun lalu salah satu siswa lulusan Smagi Taruna Bangsa mendapatkan beasiswa tipe A di Beijing University of Technology di Tiongkok.
Dan Smagi Taruna Bangsa sudah melakukan Kerjasama dengan pemerintah Tiongkok untuk memberikan peluang beasiswa bagi siswa yang mau melanjutkan study di Tiongkok.
Saat ini, ada empat siswa yang sedah menempuh seleksi untuk mendapatkan peluang tersebut.
Karena terobosan tersebut, I Ketut Renen akan mendapatkan penghargaan di Sunrise of Java Award 2026 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi pada akhir Januari mendatang.
Editor : Gerda Sukarno Prayudha