RADARBANYUWANGI.ID - Berikut materi teks khutbah Jumat tentang Bulan Sya’ban, lengkap, sistematis, dan siap dibacakan, disertai ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ.
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسِنا ومن سيئاتِ أعمالِنا
مَن يَهْدِهِ اللهُ فلا مُضِلَّ له، ومَن يُضْلِلْ فلا هاديَ له. أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Aku berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita saat ini berada di bulan Sya’ban, bulan yang sering kali dilalui tanpa perhatian serius oleh banyak kaum muslimin.
Padahal, bulan Sya’ban memiliki keutamaan besar dan merupakan jembatan spiritual menuju bulan Ramadan.
Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus terhadap bulan ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau bertanya:
“Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan lain sebanyak engkau berpuasa di bulan Sya’ban.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Itu adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Itulah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An-Nasa’i)
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa Sya’ban adalah bulan pengangkatan amal. Pada bulan inilah catatan amal tahunan kita dipersembahkan kepada Allah SWT.
Maka, sangat layak jika kita menyambutnya dengan peningkatan ibadah, bukan justru kelalaian.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَانْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengingatkan kita untuk melakukan muhasabah, terlebih di bulan Sya’ban. Sudah sejauh mana persiapan iman dan amal kita sebelum memasuki Ramadan?
Jamaah rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ juga memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Bahkan, dalam hadits riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha, disebutkan:
“Rasulullah ﷺ tidak berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Sya’ban menjadi latihan ruhani dan jasmani, agar ketika Ramadan tiba, kita tidak kaget dan mampu menjalankan ibadah puasa dengan maksimal.
Maka, marilah kita isi bulan Sya’ban dengan:
- Puasa sunnah
- Memperbanyak istighfar dan taubat
- Membaca Al-Qur’an
- Memperbaiki hubungan dengan sesama
- Membersihkan hati dari dengki dan permusuhan
Semoga Allah SWT menjadikan Sya’ban sebagai bulan peningkatan iman dan amal kita.
أقولُ قولي هذا، وأستغفرُ اللهَ لي ولكم
فاستغفروه، إنه هو الغفورُ الرحيم
Khutbah Kedua
الحمدُ للهِ حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه
أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدًا رسولُ اللهِ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya dan jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.
Bulan Sya’ban juga mengajarkan kepada kita pentingnya membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam pertengahan Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang menyimpan permusuhan.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadits ini menjadi peringatan keras bahwa dendam, kebencian, dan permusuhan dapat menghalangi ampunan Allah. Maka sebelum Ramadan tiba, mari kita:
- Saling memaafkan
- Menghentikan permusuhan
- Melapangkan dada dan hati
Karena Ramadan adalah bulan ampunan, dan Sya’ban adalah waktu membersihkan diri agar kita layak menerima rahmat tersebut.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jangan sampai kita memasuki Ramadan dalam keadaan hati kotor dan amal kosong. Jadikan bulan Sya’ban sebagai bulan persiapan total, agar Ramadan kita menjadi Ramadan terbaik sepanjang hidup.
Mari kita tutup khutbah ini dengan doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan. Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, bersihkan hati kami, dan perbaikilah keadaan kami.”
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Editor : Ali Sodiqin