Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Berstandar Internasional Dimulai di Banyuwangi, Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

Ali Sodiqin • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:14 WIB

Maket gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Banyuwangi
Maket gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional resmi dimulai di Kabupaten Banyuwangi.

Sekolah yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di atas lahan seluas 7 hektar di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sekolah Rakyat permanen ini dirancang memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunannya ditargetkan rampung Agustus 2026, sehingga seluruh siswa Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati bangunan sementara dapat segera dipindahkan.

“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap pembangunannya berjalan lancar,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (24/1/2026), dikutip dari banyuwangikab.go.id.

Menurut Ipuk, Sekolah Rakyat ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk mengembangkan konsep sekolah rakyat permanen dengan fasilitas lengkap dan lingkungan belajar yang layak.

Sekolah tersebut dirancang dengan standar sekolah internasional, mulai dari arsitektur ruang belajar yang sehat, aman, dan nyaman, hingga memperhatikan aspek bangunan ramah lingkungan.

Selain itu, sekolah ini akan terintegrasi dengan teknologi pendidikan modern untuk menunjang praktik pembelajaran yang inovatif dan adaptif.

Tak hanya gedung sekolah, kawasan Sekolah Rakyat ini juga akan dilengkapi asrama putra dan putri untuk masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

Kehadiran asrama diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus membentuk karakter dan kemandirian siswa.

Beragam fasilitas penunjang juga akan dibangun, di antaranya lapangan sepak bola, lapangan basket, lintasan atletik, jogging track, hingga gedung ibadah dan aula serbaguna.

Menariknya, desain bangunan sekolah juga akan mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi, sehingga tetap mencerminkan identitas lokal.

“Targetnya Sekolah Rakyat ini akan selesai Agustus tahun ini. Nantinya siswa yang ada saat ini akan pindah ke sana semua.

Semoga sekolah ini membuat anak-anak betah dan semangat belajar, karena sekolahnya didesain aman, nyaman, dengan fasilitas yang lengkap,” ungkap Ipuk.

Saat ini, Banyuwangi telah memiliki dua Sekolah Rakyat Terintegrasi yang masih menempati bangunan sementara.

Yang pertama adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) yang menempati Gedung Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin dan telah beroperasi sejak Juli 2025. Sekolah ini melayani jenjang SD hingga SMA dengan jumlah siswa sebanyak 125 orang.

Sekolah Rakyat Terintegrasi lainnya adalah SRT 46 yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.

Sekolah ini diresmikan pada September 2025, dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang dari jenjang SD hingga SMA.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (CKPP) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menegaskan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen ini mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses.

“Bangunan sekolah SD, SMP, dan SMA akan dibuat terpisah. Selain itu disediakan asrama siswa putra dan putri, serta asrama untuk guru,” jelas Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas olahraga dan pendukung pendidikan akan dirancang sesuai standar keamanan dan kebutuhan tumbuh kembang siswa.

Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang dapat direplikasi di daerah lain.

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai daerah yang aktif mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan.

Pemerintah daerah berharap kehadiran sekolah ini dapat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Gedung sekolah rakyat #standar internasional #banyuwangi