Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FIKKIA Unair Banyuwangi Luluskan Angkatan Pertama Dokter Hewan, Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:43 WIB
FIKKIA Unair Banyuwangi resmi meluluskan 27 dokter hewan angkatan pertama pada Kamis (22/1/2026).
FIKKIA Unair Banyuwangi resmi meluluskan 27 dokter hewan angkatan pertama pada Kamis (22/1/2026).

RADARBANYUWANGI.ID - Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi resmi meluluskan angkatan pertama profesi dokter hewan pada Kamis (22/1/2026).

Momentum bersejarah ini ditandai dengan pelaksanaan yudisium, pelantikan, dan pengambilan sumpah bagi lulusan perdana yang siap mengabdi untuk masyarakat.

Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS.(K), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan tinggi dan layanan kesehatan hewan di Banyuwangi maupun Indonesia secara umum.

Pada periode pertama ini, sebanyak 27 dokter hewan dinyatakan lulus dari total 50 mahasiswa profesi.

Mereka telah menempuh pendidikan sarjana selama 3,5 hingga 4 tahun, kemudian melanjutkan pendidikan profesi selama satu tahun.

“Ini adalah angkatan pertama dokter hewan yang diluluskan FIKKIA Unair Banyuwangi. Ke depan masih akan ada periode kelulusan berikutnya,” ujar Dr. Rahadian.

Menariknya, sekitar sepertiga lulusan berasal dari Banyuwangi, sementara dua pertiga lainnya datang dari berbagai daerah di luar kota.

Hal ini menunjukkan daya tarik Banyuwangi sebagai pusat pendidikan yang terus berkembang.

Menurut Dr. Rahadian, keberhasilan meluluskan dokter hewan perdana tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sejak awal, Pemkab Banyuwangi memiliki visi jangka panjang bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh akses pendidikan yang unggul.

“Daerah yang besar di dunia selalu ditopang oleh universitas yang maju. Kehadiran Unair di Banyuwangi menjadi bagian dari ekosistem tersebut,” tuturnya.

FIKKIA Unair Banyuwangi tidak hanya mengembangkan pendidikan kedokteran hewan, tetapi juga bersinergi dengan fakultas lain seperti kedokteran dan rumpun kesehatan, guna bersama-sama mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Profesi dokter hewan kerap identik dengan perawatan hewan kesayangan.

Namun, Dr. Rahadian menegaskan bahwa peran dokter hewan jauh lebih strategis, terutama dalam ketahanan pangan nasional.

“Produksi susu, daging, telur, dan unggas yang berkualitas tidak bisa lepas dari peran dokter hewan,” jelasnya.

Sebagai daerah yang dikenal dengan potensi sapi, kambing, dan ayam, Banyuwangi membutuhkan dokter hewan untuk memastikan kualitas ternak, mencegah penyakit zoonosis seperti PMK, serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.

FIKKIA Unair Banyuwangi juga aktif bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan Pemkab dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan hewan dan manusia.

Penyakit zoonosis yang dinamis menuntut perencanaan berbasis kajian akademik yang mendalam dan berkelanjutan.

“Kami memberikan masukan analisis akademik, memantau, mengevaluasi, dan menyesuaikan perencanaan sesuai dinamika yang ada,” ungkap Dr. Rahadian.

Terkait kebutuhan tenaga dokter hewan, Dr. Rahadian menegaskan bahwa jumlahnya masih sangat kurang di banyak daerah.

Tidak hanya dari sisi kuantitas, peningkatan kualitas juga menjadi tantangan utama.

“Misalnya pada peternakan sapi perah, bagaimana kualitas lemak susu bisa meningkat hingga layak ekspor. Di sinilah peran dokter hewan sangat krusial,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#FIKKIA Unair Banyuwangi #dokter hewan #Ketahanan Pangan #sdm