Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gedung Sekolah Rakyat Banyuwangi Mulai Dibangun di Lahan 7 Hektar, Target Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027

Ali Sodiqin • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi
Ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi resmi dimulai.

Fasilitas pendidikan yang berdiri di atas lahan seluas tujuh hektar di Kecamatan Muncar itu ditargetkan rampung tahun ini agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, saat ini proyek masih berada pada tahap awal berupa perataan lahan atau cut and fill.

Proses tersebut menjadi fondasi utama sebelum memasuki tahap konstruksi bangunan utama sekolah.

“Masih memasuki tahap cut and fill atau perataan tanah. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pendirian konstruksi gedung,” ujar Mujiono, Senin (19/1/2026).

Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu.

Di lokasi tersebut nantinya akan berdiri gedung sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Selain ruang belajar, kawasan itu juga dilengkapi asrama siswa dan guru, aula serbaguna, serta sarana olahraga dan pelatihan keterampilan untuk menunjang pengembangan skill peserta didik.

Menurut Mujiono, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Nindya Karya selaku pemegang tender proyek pembangunan.

Berdasarkan jadwal yang disusun, proses pembangunan ditargetkan selesai sekitar Juli hingga Agustus 2026.

“Targetnya selesai sekitar bulan Juli atau maksimal Agustus. Harapannya, tahun ajaran baru gedung sudah bisa digunakan untuk pembelajaran,” tegasnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi masih beroperasi di dua lokasi berbeda, yakni di Balai Diklat Licin dan Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar.

Total lebih dari 300 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan belajar mengajar di dua tempat tersebut.

Apabila gedung baru telah selesai dibangun, seluruh siswa dan tenaga pendidik akan dipindahkan ke kawasan sekolah rakyat yang baru di Kecamatan Muncar.

Dengan demikian, proses pembelajaran dapat dilakukan secara terpusat dan lebih optimal.

Surabaya Juga Siapkan Sekolah Rakyat

Tidak hanya Banyuwangi, Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.

Pada hari yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan lahan seluas enam hektar untuk proyek Sekolah Rakyat yang berlokasi di Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

“Jadi sudah dikerjakan Sekolah Rakyat, ada di Tambak Wedi. Kita sudah sediakan enam hektar, dibagi empat hektar dan dua hektar,” kata Eri saat ditemui di Balai Pemuda Surabaya, Senin.

Eri menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut saat ini dikerjakan oleh kementerian terkait. Ia berharap, meski belum seluruhnya rampung, fasilitas itu sudah dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026.

“Sekarang sudah dikerjakan oleh kementerian. Ini rencananya di tahun 2026 ini, meskipun belum full semuanya, akan digunakan di tahun ajaran baru,” ujarnya.

Namun demikian, Eri mengaku belum mengetahui secara pasti jenjang pendidikan apa saja yang akan menempati Sekolah Rakyat di Surabaya. Pasalnya, Pemerintah Kota Surabaya hanya bertugas menyiapkan lahan.

“Saya belum tahu jenjangnya apa. Yang penting hari ini dibangun karena lahannya sudah kita siapkan. Disampaikan bahwa di tahun ajaran baru, kalau sudah bisa ditempati, akan ditempati,” tambahnya.

Sekolah Rakyat di Jatim Mulai Beroperasi

Sebelumnya, sebanyak 12 Sekolah Rakyat di Jawa Timur telah memulai kegiatan belajar mengajar pada Senin (14/7/2025).

Total terdapat 1.168 siswa dari keluarga prasejahtera yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan, Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school sehingga para siswa tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.

“Karena konsepnya boarding school, maka murid mulai masuk asrama dan langsung mengikuti kegiatan belajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/7/2025).

Awalnya, terdapat 19 Sekolah Rakyat yang direncanakan beroperasi serentak di Jawa Timur. Namun, tujuh di antaranya terpaksa menunda operasional karena masih memerlukan persiapan teknis.

Dengan dimulainya pembangunan gedung Sekolah Rakyat Banyuwangi dan Surabaya, pemerintah daerah berharap akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Jawa Timur semakin luas dan merata. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#surabaya #Sekolah Rakyat #banyuwangi #Wabup Mujiono #Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi #muncar