Komitmen terhadap pelestarian lingkungan global kembali ditunjukkan oleh dua institusi pendidikan lintas negara. Fakultas Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) bersinergi dengan Faculty of Agriculture Technology Universidade da Paz (Unpaz) Timor Leste dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional yang berlokasi di kawasan konservasi Pantai Cemara, Banyuwangi.
Kegiatan yang berlangsung pada 9 Januari 2026 ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata implementasi kerja sama (Memorandum of Understanding) antara Uniba dan Unpaz yang telah memasuki tahun ketiga. Tahun ini, kedua belah pihak sepakat mengarahkan kolaborasi pada aksi lingkungan strategis guna memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang jatuh setiap tanggal 10 Januari.
Sinergi akademisi dan praktisi lapangan
ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua universitas. Wakil Rektor III Uniba Megandhi Gusti Wardhana, MP, Dekan Fakultas Pertanian Nadya Adharani, MSi, dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unpaz Jonio dis Santos, Lic, Tec, Agr, MAgr. Megandhi menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan internasional yang memberikan dampak langsung bagi ekosistem.
"Tahun ketiga kolaborasi Faperta Uniba-FTP Unpaz menjadi sangat spesial karena kita tidak hanya berbagi ilmu di dalam kelas, tetapi turun langsung ke pesisir untuk memberikan kontribusi nyata bagi bumi. Ini adalah implementasi MoU yang sangat produktif," ujar Megandhi.
Dekan Faperta Uniba bersama Dekan FTP Unpza turun langsung di lapangan. Keduanya sepakat bahwa isu perubahan iklim harus dihadapi dengan kolaborasi lintas batas negara oleh para akademisi pertanian.
Tanam Pohon hingga Pelepasan Tukik
Fokus utama kegiatan di Pantai Cemara adalah penguatan ekosistem pesisir. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Uniba, Teknologi Hasil Perikanan (THPi), serta Departemen Teknologi Pangan Unpaz melakukan penanaman 50 bibit pohon mangrove dan 20 pohon cemara. Tidak hanya penghijauan, aksi pelestarian fauna laut juga dilakukan melalui pelepasan 20 ekor tukik (bayi penyu) ke laut lepas.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua Pokdarwis Pantai Rejo Mokh Muhyi yang memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya penangkaran penyu bagi keseimbangan laut kepada para mahasiswa dan masyarakat sekitar.
"Edukasi dari Pokdarwis memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang bagaimana keterlibatan masyarakat lokal sangat krusial dalam keberhasilan konservasi," ungkap Dekan Fakultas Pertanian Uniba, Nadya Adharani di sela-sela kegiatan.
Pererat Persaudaraan Lintas Negara
Meski sarat dengan kegiatan fisik dan edukasi serius, acara ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari kedua kampus, yakni Himagihasta (HMJ THP) dan Himariestech (HMJ THPi), mengemas rangkaian fun games yang diikuti secara antusias oleh mahasiswa Indonesia dan Timor Leste.
Interaksi antara mahasiswa dari program studi teknologi pangan dan perikanan ini diharapkan dapat menumbuhkan jejaring profesional sejak dini di tingkat internasional. Melalui momentum Hari Gerakan Satu Juta Pohon 2026, Uniba dan Unpaz membuktikan bahwa kolaborasi akademik mampu melampaui batas ruang kelas dan memberikan manfaat nyata bagi kelestarian alam dan masyarakat lokal. (aif)
Editor : Sigit Hariyadi