RADARBANYUWANGI.ID – Universitas Doktor Soekardjo (Unidsoe) menandai awal tahun 2026 dengan langkah strategis di bidang akademik.
Dalam waktu berdekatan, Unidsoe menggelar yudisium mahasiswa bidang kesehatan sekaligus webinar internasional penguatan riset dan publikasi ilmiah.
Dua agenda tersebut menjadi bukti keseriusan Unidsoe dalam memperkuat transformasi institusi dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Yudisium dilaksanakan pada Selasa (7/1) dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan, yakni Diploma III Farmasi, Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis, Sarjana Keperawatan, Sarjana Kebidanan, Profesi Ners, serta Pendidikan Profesi Bidan Tahun Akademik 2025/2026.
Prosesi yudisium ini menjadi penanda resmi kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan praktik profesional di sektor kesehatan yang semakin kompetitif dan menuntut kualitas tinggi.
Sehari setelahnya, tepatnya Rabu (8/1), Unidsoe kembali menggelar agenda berskala internasional bertajuk “Live Webinar: Development of Research Skills”.
Webinar ini merupakan bagian dari program visiting professor yang melibatkan kolaborasi internasional bersama Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM) dan Pandita Foundation.
Forum ilmiah tersebut membahas strategi penguatan riset dan publikasi artikel ilmiah, termasuk peluang publikasi melalui skema hibah riset, serta dukungan beasiswa pendidikan pascasarjana hingga jenjang doktor.
Webinar yang diikuti ratusan peserta ini dilaksanakan secara hibrida, yakni luring di Auditorium GBK Unidsoe dan daring melalui platform Zoom.
Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa Barat, dan Jawa Timur, tetapi juga dari luar negeri, di antaranya Malaysia dan Afganistan.
Antusiasme peserta mencerminkan besarnya minat terhadap penguatan kapasitas riset dan jejaring akademik internasional.
Webinar internasional ini dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM.
Sejumlah narasumber nasional dan internasional turut hadir dan berbagi perspektif, di antaranya Vice Chancellor Universiti Poly-Tech Malaysia Prof. Dr. Sharifah Syahirah binti Sy Sheikh, Founder Pandita Foundation Dr. Usman, dosen Unidsoe Ns. Akhmad Yanuar FP, M.Kep, serta Dekan Fakultas di UPTM Dr. Saifuddin.
Rektor Unidsoe, Dr. Drs. H. Soekardjo, S.Kep., MM., MBA, menegaskan bahwa yudisium dan webinar internasional tersebut merupakan satu rangkaian strategi penguatan mutu akademik Unidsoe.
Menurutnya, yudisium menegaskan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia profesional, sementara forum internasional menjadi upaya konkret membangun budaya riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi global di lingkungan kampus.
“Penguatan kualitas lulusan dan riset harus berjalan beriringan agar perguruan tinggi mampu bersaing dan tetap relevan di masa depan,” ujar Soekardjo.
Hal senada disampaikan oleh Prof. Dr. Dyah Sawitri. Menurutnya, di era transformasi pendidikan tinggi saat ini, kekuatan perguruan tinggi tidak hanya terletak pada jumlah lulusan, tetapi juga pada kualitas riset dan publikasi ilmiah yang dihasilkan.
“Riset unggulan kampus harus dirancang agar berdampak nyata, memiliki hilirisasi, serta memberi nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Inilah fondasi utama kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin