Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tanamkan Budaya Tertib Sejak Dini, Dishub Banyuwangi Lanjutkan Program Salud Awal 2026

Bagus Rio Rohman • Rabu, 7 Januari 2026 | 02:30 WIB
Sejumlah siswa TK diajak melihat proses uji KIR di Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Banyuwangi, Selasa (6/1).
Sejumlah siswa TK diajak melihat proses uji KIR di Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Banyuwangi, Selasa (6/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Puluhan anak usia dini tampak begitu bersemangat saat mengunjungi kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Banyuwangi, Selasa (6/1).

Tidak hanya melihat langsung proses pengujian kendaraan bermotor, mereka juga mendapat bekal keselamatan lalu lintas.

Ya, mengawali tahun 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi memastikan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) tetap berlanjut.

Program ini dinilai efektif untuk membangun budaya tertib lalu lintas dalam jangka panjang. Program ini bisa diikuti para pelajar dari berbagai kecamatan se-Banyuwangi.

Program Salud lahir dari keprihatinan Dishub terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mayoritas disebabkan faktor perilaku manusia, seperti pelanggaran aturan, pengaruh alkohol atau narkoba, penggunaan gawai saat berkendara, hingga rendahnya kewaspadaan di jalan raya.

Melalui program tersebut, Dishub menggencarkan edukasi lalu lintas dengan menggandeng Satlantas Polresta Banyuwangi.

Selasa (6/1), kegiatan Salud menyasar anak usia dini dengan memberikan pengenalan dasar tentang keselamatan berlalu lintas.

Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Admaja mengatakan bahwa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, nilai, dan kebiasaan.

Karena itu, pengenalan prinsip keselamatan berlalu lintas sejak awal dinilai sangat efektif.

"Anak-anak sangat mudah menyerap pengetahuan baru. Lewat program Salud, kami ingin membangun fondasi perilaku aman di jalan sejak usia mereka masih belia," katanya.

Selain menerima materi edukasi, anak-anak juga diajak mengenal simbol serta rambu lalu lintas bersama Satlantas Polresta Banyuwangi.

Program ini juga bertujuan melatih anak mengenali potensi bahaya di jalan, memahami aturan dasar keselamatan, serta menumbuhkan kemandirian saat berada di lingkungan lalu lintas.

“Edukasi ini melibatkan pihak sekolah sebagai mitra strategis untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas,” cetusnya.

Dengan melibatkan berbagai pihak, Dishub berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan anak di jalan semakin meningkat dan mampu mendorong perubahan perilaku serta kebijakan publik yang lebih berpihak pada keselamatan.

Menurut Komang, program SALUD memiliki sejumlah keunggulan. Selain menekan risiko kecelakaan, program ini membentuk kebiasaan positif yang akan terbawa hingga dewasa serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial anak saat berinteraksi di jalan raya.

"Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tugas pemerintah atau pengemudi dewasa, tetapi bagian dari pendidikan seumur hidup yang harus dimulai sedini mungkin. Dengan begitu, kualitas keamanan jalan meningkat dan tercipta generasi yang lebih sadar, peduli, serta disiplin dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Budaya tertib #dishub banyuwangi