Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Konfercab PCNU Banyuwangi Digelar di UIMSYA Blokagung, Pesantren dan Kampus Jadi Pusat Konsolidasi NU

Ali Sodiqin • Selasa, 6 Januari 2026 | 01:30 WIB

TERBESAR: Perkembangan UIMSYA tak lepas dari kehidupan santri di kompleks pondok pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
TERBESAR: Perkembangan UIMSYA tak lepas dari kehidupan santri di kompleks pondok pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi akan digelar pada Rabu, 7 Januari 2026.

Agenda penting organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan di Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

Konfercab PCNU Banyuwangi menjadi forum strategis untuk memilih kepengurusan baru, baik Syuriah maupun Tanfidziyah, yang akan menahkodai PCNU Banyuwangi pada masa khidmat berikutnya.

Sejumlah pengurus MWC NU, badan otonom, serta perwakilan ranting NU dari seluruh penjuru Banyuwangi dijadwalkan hadir.

Dipilihnya UIMSYA Blokagung sebagai lokasi Konfercab bukan tanpa alasan. Kampus yang lahir dari rahim pesantren ini dinilai memiliki nilai historis, ideologis, dan sosiologis yang kuat dengan Nahdlatul Ulama.

UIMSYA Blokagung, Kampus Berbasis Pesantren

Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, salah satu pesantren terbesar dan tertua di Banyuwangi.

Pesantren ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang memiliki pengaruh luas, tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga di wilayah Tapal Kuda.

Secara historis, UIMSYA Blokagung bermula dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) yang berdiri pada 2001.

Pendirian STAIDA kala itu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat pesantren akan pendidikan tinggi berbasis keislaman dan ke-NU-an.

Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, STAIDA kemudian bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) pada 5 November 2014.

Perubahan status ini membuka ruang pengembangan akademik yang lebih luas, baik dari sisi program studi maupun tata kelola kelembagaan.

Tonggak penting kembali dicapai pada 4 Oktober 2023, ketika IAIDA resmi bertransformasi menjadi Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.

Perubahan ini menandai babak baru pengembangan pendidikan tinggi pesantren di Banyuwangi.

Nama Besar KH. Mukhtar Syafaat

Nama UIMSYA diambil dari KH. Mukhtar Syafaat Abdul Gofur, pendiri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.

Sosok ulama kharismatik ini dikenal luas sebagai tokoh keilmuan dan spiritual yang dijuluki “Imam Ghazali dari Tanah Jawa”.

Warisan pemikiran dan perjuangan KH. Mukhtar Syafaat menjadi ruh utama pengembangan UIMSYA.

Kampus ini mengusung visi mencetak generasi berintelektual tinggi, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Perkembangan Akademik dan Jangkauan Nasional

Dalam perjalanannya, UIMSYA Blokagung terus berkembang secara akademik.

Awalnya hanya membuka program studi di bidang Tarbiyah dan Dakwah, kini UIMSYA telah memiliki beberapa fakultas, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Program Magister Manajemen Pendidikan Islam.

Sistem pendidikan yang diterapkan mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan manajemen perguruan tinggi modern.

UIMSYA juga telah mengantongi akreditasi institusi yang baik, didukung fasilitas kampus yang memadai untuk menunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Berlokasi di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, UIMSYA memiliki beberapa kampus yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa.

Mahasiswa UIMSYA tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan negara tetangga. Hingga kini, ribuan alumni telah lahir dan berkiprah di berbagai sektor.

Simbol Sinergi NU dan Pesantren

Pelaksanaan Konfercab PCNU Banyuwangi di UIMSYA Blokagung dinilai menjadi simbol kuat sinergi antara NU, pesantren, dan perguruan tinggi.

Kampus pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga ruang konsolidasi organisasi dan penguatan peran sosial-keagamaan NU di tengah masyarakat.

Konfercab ini diharapkan melahirkan kepemimpinan PCNU Banyuwangi yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat khidmat NU di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an yang berakar kuat di pesantren.

Dengan latar pesantren besar dan kampus yang terus berkembang, UIMSYA Blokagung menjadi saksi penting arah baru kepemimpinan NU Banyuwangi pada periode mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Uimsya Blokagung Banyuwangi #konfercab pcnu banyuwangi