RADARBANYUWANGI.ID – Tongkat estafet kepemimpinan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Banyuwangi resmi berganti.
Pejabat lama Slamet Riyadi kini menyerahkan amanah kepemimpinan kepada Eko Budi Santosa sebagai Kepala Cabdin Pendidikan yang baru.
Prosesi pisah kenal kedua pejabat tersebut digelar kemarin (3/12) di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (Models).
Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri para kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Bumi Blambangan, jajaran Cabdin Pendidikan, serta sejumlah tokoh pendidikan.
Selain pergantian kepala Cabdin, mutasi jabatan juga terjadi di level struktural. Posisi Kasi SMK yang sebelumnya dijabat Suluh Kurniawan, kini resmi dipercayakan kepada Imron Rosyadi.
Pergantian ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan pembinaan pendidikan menengah, khususnya di jenjang SMK.
Dalam sambutan perpisahannya, Slamet Riyadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh insan pendidikan di Banyuwangi atas kebersamaan dan dukungan selama dirinya menjabat.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa semangat segar dan perubahan positif bagi dunia pendidikan di daerah ini.
“Saya menyambut kedatangan Kepala Cabang Dinas yang baru. Semoga membawa harapan dan perubahan baru, serta saya yakin akan membawa rezeki yang baru pula bagi pendidikan di Banyuwangi,” ujar Slamet.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa tugasnya terdapat kekurangan maupun kebijakan yang belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.
Slamet mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena mendapat kesempatan mengabdi di tanah kelahirannya.
“Saya orang Banyuwangi asli dan sangat bersyukur bisa menjadi orang nomor satu di pendidikan, meskipun hanya selama tujuh bulan. Mudah-mudahan nanti Pak Eko di akhir masa tugasnya bisa membuahkan prestasi yang luar biasa,” tambahnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Kepala Cabdin Pendidikan Banyuwangi yang baru, Eko Budi Santosa, mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk membangun ekosistem pendidikan secara kolaboratif dan inklusif.
Ia menegaskan, kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara individual, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak.
“Mudah-mudahan kebersamaan ini bisa kita bangun bersama. Saya mohon bimbingan, arahan, serta dukungan untuk mewujudkan mimpi anak-anak kita di Banyuwangi,” tutur Eko dalam sambutannya.
Eko juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan dalam memberikan ruang, pendampingan, dan pembinaan yang berkelanjutan kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan harus menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Mohon ketika saya melangkah salah, ada masukan dan teguran. Jangan sungkan untuk meluruskan demi kebersamaan, kebenaran, dan kebaikan. Dengan begitu, pendidikan di Banyuwangi bisa berjalan dan maju bersama-sama,” pungkasnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat kualitas pendidikan di Banyuwangi, baik dari sisi tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin