Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Buku Karya Kepala Kemenag Banyuwangi Diluncurkan, Refleksi 13 Hadist Arbain Nawawi Dibedah di Momen HAB ke-80

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 3 Januari 2026 | 16:20 WIB
Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat meluncurkan buku berjudul  ’Fondasi Iman dan Akhlak Refleksi Mendalam 13 Hadist Armain Imam Nawawi’ di MAN 2 Banyuwangi, Sabtu (3/1).
Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat meluncurkan buku berjudul ’Fondasi Iman dan Akhlak Refleksi Mendalam 13 Hadist Armain Imam Nawawi’ di MAN 2 Banyuwangi, Sabtu (3/1).

RADARBANYUWANGI.ID - Buku berjudul ”Fondasi Iman dan Akhlak Refleksi Mendalam 13 Hadist Armain Imam Nawawi” karya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, SAg, MM resmi diluncurkan. Istimewanya, peluncuran sekaligus bedah buku bertepatan momen peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang dipusatkan di MAN 2 Banyuwangi, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Sabtu (3/1).

Buku tersebut  ditulis Chaironi selama kurun waktu dua bulan pasca Ramadan 2025 lalu. Buku tersebut ide pokoknya berasal dari pembahasan Chaironi mengenai hadist-hadist dalam Kitab Arbain Nawawi selama pengajian di Masjid Kantor Kemenag Banyuwangi selama bulan Ramadan.

Puluhan  peserta dari lintas elemen hadir dalam peluncuran sekaligus bedah buku. Narasumber utama bedah buku adalah Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi sekaligus  penulis sejumlah buku seperti Man Nahnu hingga Menggahar Cintamani Banyuwangi. Hadir pula, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri, serta ketua Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Banyuwangi Lutfi, serta pegiat literasi lain.

Buku setebal 116 halaman itu dibedah selama kurang kebih dua jam oleh para narasumber dan peserta bedah buku. Tak sedikit apresiasi juga saran dan masukan terhadap karya yang manuskripnya ditulis tangan oleh Chaeroni di tengah waktu luangnya bekerja itu. "Kira-kira dua atau tiga bulan saya baru bisa merampungkan buku ini. Cukup lama karena digarap saat istirahat bekerja," ujar Chaeroni.

Chaeroni menjelaskan, buku tersebut berisi tentang pembahasan hadist-hadist dalam Kitab Arbain Nawawi. Kenapa dikatakan refleksi mendalam? Dalam buku itu, Chaeroni mencoba untuk mengupas sisi lain atau profil Sahabat Nabi yang meriwayatkan hadist di dalam kitab tersebut. "Meskipun tidak panjang lebar, diharapkan supaya kita tahu bahwa hadits ini dirawatkan bukan oleh orang-orang sembarangan, tapi orang yang memang betul-betul kompeten, berintegritas tinggi dan keilmuannya mendalam," terangnya.

Meskipun berisi tentang penjelasan-penjelasan yang cukup saklek berupa hadist dan profil tokoh penting dalam sejarah islam seperti Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas'ud, Chaeroni menjanjikan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh beragam kalangan pembaca. "Saya tulis insyaAllah dengan lugas, bisa dibaca oleh orang yang masih awam ilmu agama," katanya.

Sambutan positif datang dari Samsudin Adlawi. Menurutnya, isi buku tersebut menunjukkan bahwa Chaeroni penulis yang baik karena bisa membuat pembaca bisa menikmati karyanya. "Membaca buku membuat kita bisa langsung paham apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya," katanya.

Selain itu, tata bahasa dalam buku tersebut cukup ringan dan jauh dari kesan doktrinisasi selayaknya  buku-buku agama lainnya. "Buku yang baik  adalah buku yang tulisannya bisa membimbing pembacanya untuk mengikuti apa yang disampaikan penulisnya," terangnya.

Ketua DKB Hasan Basri mengatakan, tidak seperti buku agama lain yang kebanyakan memiliki argumentasi yang cekak, dalam buku tersebut pembaca bisa mendapatkan kekayaan informasi yang mendalam. "Setelah membaca buku ini saya bisa mendapat kekayaan informasi baru, seperti profil Sahabat Nabi yang meriwayatkan hadist," pungkasnya. (sas/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bedah buku #HAB #kemenag #banyuwangi