RADARBANYUWANGI.ID - Berikut naskah khutbah Jumat menyambut awal tahun 2026, lengkap, siap dibacakan, disertai ayat Al-Qur’an dan hadis, menggunakan bahasa Indonesia yang umum dipakai di masjid-masjid Indonesia.
Khutbah Pertama
Pembuka
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat umur panjang sehingga kita kembali dipertemukan dengan hari Jumat yang penuh kemuliaan ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Aku berwasiat kepada diriku sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena ketakwaan itulah bekal terbaik kita di dunia dan di akhirat.
Memasuki Awal Tahun
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hari-hari yang kita lalui terus berganti. Tanpa terasa, kita telah memasuki awal tahun 2026. Pergantian tahun sejatinya bukan sekadar perubahan angka, tetapi pengingat bahwa umur kita terus berkurang, sementara catatan amal kita terus bertambah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya muhasabah, yaitu introspeksi diri. Awal tahun adalah momentum terbaik untuk bertanya kepada diri kita sendiri:
Apa saja amal kebaikan yang telah kita lakukan?
Apa dosa yang masih kita pertahankan?
Sudahkah hidup kita mendekat kepada Allah atau justru menjauh?
Waktu adalah Amanah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Tahun 2026 adalah amanah baru dari Allah. Jangan sampai waktu yang diberikan kepada kita hanya habis untuk perkara dunia, sementara akhirat terabaikan.
Khutbah Kedua
Pembuka
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.
Hijrah Menuju Kehidupan Lebih Baik
Memasuki tahun baru, Islam mengajarkan konsep hijrah, yaitu berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tahun 2026 hendaknya menjadi tahun hijrah kita:
- Hijrah dari lalai menuju taat
- Hijrah dari dosa menuju taubat
- Hijrah dari malas beribadah menuju istiqamah
- Hijrah dari akhlak buruk menuju akhlak mulia
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Perubahan besar selalu dimulai dari niat dan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Doa Penutup
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita menutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskan kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami dalam keadaan bersama orang-orang yang saleh.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَامَنَا هَذَا عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَارْزُقْنَا فِيهِ طَاعَتَكَ، وَجَنِّبْنَا فِيهِ مَعْصِيَتَكَ
Ya Allah, jadikan tahun ini tahun yang penuh kebaikan dan keberkahan, karuniakan kepada kami ketaatan kepada-Mu, dan jauhkan kami dari kemaksiatan.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً
Ya Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ...
(hingga akhir ayat QS. An-Nahl: 90)