Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Doa Akhir dan Awal Tahun Dibaca Serentak, Umat Islam Sambut Pergantian Tahun dengan Muhasabah

Ali Sodiqin • Rabu, 31 Desember 2025 | 23:45 WIB
ILUSTRASI doa akhir tahun.
ILUSTRASI doa akhir tahun.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang pergantian tahun, umat Islam dianjurkan untuk mengisi momen tersebut dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Meski sebenarnya doa akhir tahun dan doa awal tahun ini dilakukan setiap pergantian penanggalan Hijriyah, namun tidak ada salahnya dibaca pada awal dan akhir tahun Masehi.

Tradisi ini telah lama hidup di tengah masyarakat muslim sebagai bentuk muhasabah diri, rasa syukur, serta permohonan ampun dan harapan kebaikan pada tahun yang akan datang.

Doa akhir dan awal tahun biasanya dibaca pada penghujung tanggal 31 Desember dan dilanjutkan sesaat setelah memasuki 1 Januari.

Meski bukan ibadah wajib, amalan ini menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang sarat makna spiritual.

Doa akhir tahun dibaca sebelum pergantian waktu, sebagai bentuk introspeksi atas segala perbuatan yang telah dilakukan sepanjang tahun.

Sementara doa awal tahun dibaca sebagai permohonan agar Allah SWT memberikan perlindungan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalani kehidupan di tahun baru.

Baca Juga: 109 Personel Naik Pangkat, Polresta Banyuwangi Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Pelepasan Purna Bhakti

Makna Doa Akhir Tahun

Doa akhir tahun berisi permohonan ampun atas dosa dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak.

Dalam doa ini, umat Islam juga memohon agar amal baik yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT, serta segala kesalahan diampuni.

Secara makna, doa akhir tahun mengajarkan umat untuk tidak sekadar merayakan pergantian waktu, tetapi menjadikannya sebagai momen evaluasi diri.

Dengan muhasabah, seseorang diharapkan mampu memperbaiki sikap, ibadah, dan hubungan sosial di masa mendatang.

Doa Awal Tahun sebagai Harapan Baru

Setelah memasuki tahun baru, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun.

Doa ini berisi harapan agar tahun yang akan dijalani dipenuhi kebaikan, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan.

Selain itu, doa awal tahun juga menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai keburukan, godaan, serta musibah.

Harapan lainnya adalah agar setiap langkah dan aktivitas senantiasa berada dalam lindungan dan ridha-Nya.

Baca Juga: Untag Banyuwangi Resmi Buka PMB 2026, Jalur Undangan Tawarkan Potongan UKT Rp2 Juta per Semester

Bacaan Doa Akhir Tahun

Berikut salah satu bacaan doa akhir tahun yang umum diamalkan:

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحِلْمُكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَيَّ يَدْعُونِي إِلَى التَّوْبَةِ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي.
وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ.

Allahumma maa ‘amiltu fî hâdzihis sanati mimmâ nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardlahu wa nasîtu, wa lam tansahu, wa hilmuka ba‘da qudratika ‘alayya yad‘ûnî ilat taubah, fa innî astaghfiruka faghfir lî. Wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâhu wa wa‘adtanî ‘alayhits tsawâba fa as’alukallâhumma an tataqabbalahu minnî, wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Bacaan Doa Awal Tahun

Adapun doa awal tahun yang biasa dibaca setelah memasuki tahun baru adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ، وَهَذِهِ سَنَةٌ جَدِيدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ، أَسْأَلُكَ فِيهَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

Allâhumma anta al-abadiyyul qadîm, wa hâdzihis sanatul jadîdah qad aqbalat, as’aluka fîhâ al-‘ishmata mina sy-syaithân, wal-‘aun ‘alâ hâdzihin nafsil ammârah bis-sû’, wal-isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Mengisi Pergantian Tahun dengan Kegiatan Positif

Selain membaca doa, para ulama juga menganjurkan agar pergantian tahun diisi dengan kegiatan positif seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta mempererat silaturahmi.

Momentum tahun baru juga dapat dijadikan titik awal untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan sosial.

Dengan niat dan doa yang baik, pergantian tahun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Dengan membaca doa akhir dan awal tahun, umat Islam diajak untuk menutup lembaran lama dengan keikhlasan dan membuka lembaran baru dengan harapan serta tawakal kepada Allah SWT. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Hijriyah #muhasabah #masehi #doa akhir tahun #doa awal tahun