Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Makan Ayam Goreng hingga Festival Lampion, Inilah 7 Perayaan Natal Paling Unik dari Berbagai Negara

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:12 WIB
Ulasan tradisi Natal unik dari berbagai negara.
Ulasan tradisi Natal unik dari berbagai negara.

RADARBANYUWANGI.ID - Natal merupakan perayaan yang dirayakan masyarakat dunia.

Tidak hanya sarat nilai keagamaan, tetapi juga diperkaya oleh tradisi lokal yang beragam.

Setiap negara memiliki cara khas dalam menyambut hari Natal, mencerminkan sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakatnya.

Berikut ini adalah rangkuman tradisi Natal paling unik dan menarik dari berbagai belahan dunia.

Jepang: Natal dengan Ayam Goreng KFC

Di Jepang, Natal tidak identik dengan perayaan keagamaan.

Namun demikian, masyarakatnya memiliki tradisi unik, yaitu menikmati makan malam ayam goreng dari KFC.

Kebiasaan ini berawal dari kampanye pemasaran “Kentucky for Christmas” pada tahun 1974.

Hingga kini, permintaan sangat tinggi sehingga pemesanan harus dilakukan jauh hari sebelumnya.

Venezuela: Berseluncur Menuju Gereja

Di Caracas, ibu kota Venezuela, terdapat tradisi Las Patinatas.

Pada pagi hari Natal, sejumlah ruas jalan ditutup agar warga dapat pergi ke gereja menggunakan sepatu roda.

Tradisi ini menciptakan suasana meriah layaknya karnaval dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Arti Natal bagi Umat Kristiani: Refleksi Iman dan Nilai Spiritual

Islandia: Banjir Buku Natal (Jólabókaflóð)

Islandia dikenal dengan tradisi Jólabókaflóð atau “banjir buku Natal”.

Pada malam Natal, masyarakat saling bertukar hadiah berupa buku, lalu menghabiskan waktu dengan membaca sambil menikmati cokelat panas.

Tradisi ini turut memperkuat budaya literasi Islandia yang sangat tinggi.

Austria dan Jerman: Parade Krampus yang Menegangkan

Di Austria dan Jerman, hadir sosok Krampus, makhluk menyeramkan setengah kambing dan setengah iblis.

Pada malam 5 Desember atau Krampusnacht, warga berkostum Krampus berparade di jalanan.

Tradisi ini melambangkan hukuman simbolis bagi anak-anak yang dianggap nakal.

Filipina: Festival Lampion Raksasa

Kota San Fernando di Filipina dijuluki sebagai “Ibu Kota Natal”.

Setiap tahun, kota ini menyelenggarakan Festival Lampion Raksasa atau Ligligan Parul.

Lampion-lampion berukuran hingga enam meter dihiasi ribuan lampu warna-warni dengan pola geometris yang memukau.

Ukraina: Pohon Natal Berhias Jaring Laba-laba

Berbeda dari dekorasi pada umumnya, masyarakat Ukraina menghias pohon Natal dengan ornamen berbentuk laba-laba dan jaringnya.

Tradisi ini terinspirasi dari legenda tentang keajaiban jaring laba-laba yang berubah menjadi emas dan perak sebagai simbol harapan dan kemakmuran.

Baca Juga: Arus Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Mulai Meningkat Jelang Natal 2025, Kendaraan Pribadi Dominan

Indonesia: Natal dengan Sentuhan Budaya Lokal

Indonesia juga memiliki tradisi Natal yang kaya akan nuansa budaya.

Di Yogyakarta terdapat Wayang Wahyu yang mengisahkan cerita Alkitab.

Di Flores, meriam bambu dibunyikan sebagai ekspresi sukacita.

Sementara itu, warga Kampung Tugu di Jakarta melestarikan tradisi Rabo-rabo dengan kunjungan antarwarga yang diiringi musik keroncong.

Keberagaman tradisi Natal di seluruh dunia menunjukkan bahwa perayaan ini tidak hanya tentang satu makna tunggal, melainkan tentang kebersamaan, harapan, dan identitas budaya.

Setiap tradisi memiliki cerita unik yang patut diapresiasi sebagai bagian dari kekayaan budaya global.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#tradisi Natal #indonesia #jepang