RADARBANYUWANGI.ID – Mata Bupati Ipuk Fiestiandani sembap. Ia tampak tercekat.
Beberapa kali orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu mengusap tepi kelopak matanya dengan selampai.
Hal tak jauh berbeda juga terlihat dari ekspresi ratusan orang lain yang berkumpul di pendapa Sabha Swagata Blambangan pagi hingga siang, Senin (22/12).
Tepatnya pada puncak acara Lomba Kreatif Hari Ibu 2025 yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Mereka trenyuh saat mendengar salah satu peserta “Lomba Menulis Surat Kanggo Bupati” membacakan isi surat yang ia tulis.
Melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Ipuk, siswa bernama Reina Nabila Izzati asal SMPN 3 Kalipuro menceritakan bahwa ibunya mengalami sakit parah hingga mengharuskannya dibawa ke rumah sakit.
“Ibu saya mengalami sakit di bagian kepala dan paru-paru yang mengharuskan untuk operasi. Operasi ini dilakukan di daerah Surabaya,” ujar Reina membacakan suratnya.
Alhamdulillah, lanjut Reina, ibunya mendapatkan belas kasihan dan mendapatkan banyak bantuan. Bantuan-bantuan tersebut antara lain kursi roda dan uang untuk berobat.
“Ada juga bantuan operasi gratis untuk ibu saya dan satu lagi mobil untuk mengantar ibu kontrol. Mobil Kanggo Riko,” tuturnya.
Bahkan, masih kata Reina, tim kesehatan datang langsung ke kediamannya untuk meninjau kondisi sang ibu.
“Itu semua merupakan program-program dari Bupati, saya dan keluarga saya sangat berterimakasih atas segala program-program bijak yang berpihak kepada masyarakat tidak mampu. Semoga program-program ini lebih bermanfaat dan membantu orang-orang tidak mampu,” ujarnya.
Reina melanjutnya, ia mempunyai bude yang sangat baik. Budenya telah mengurus ia dan kakak Reina ketika sang ibu sakit.
“Saya juga membantu semua dengan cara membersihkan rumah dan lain-lain. Saya harus rajin sekolah karena saya harus membalas semua kebaikan itu. Semoga ibu lekas sembuh dan kembali ceria seperti dulu lagi,” harapnya.
Sementara itu, selain surat yang menyentuh hati, ada empat peserta lain yang berkesempatan membacakan surat secara langsung di hadapan Bupati Ipuk dan ratusan hadiri.
Ada yang membaca surat kategori paling kritis, paling detail, paling inspiratif, paling solutif, hingga paling lucu.
Selain Bupati Ipuk, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polresta Banyuwangi Nova Rama Samtama Putra,Ketua Dharma Wanita Persatuan Banyuwangi Linna Kurniawati, Ketua Cabang 6 Daerah Kodar V Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Dilla Puji Santoso, perwakilan Ketua Persit Candra Kirana Kodim 0825 Banyuwangi Dian Rahmawati, dan perwakilan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Banyuwangi Dyah Maria Setyawati. Hadir pula Kepala Bank Jatim Cabang Banyuwangi Ni Gusti Ayu Putu Sri Lestari, perwakilan PT Lundin Industry Inves Icha, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat, unsur Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dwi Handayani, perwaklan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop UMP), dam Ketua Dewan Kesenian Blambangan, serta para undangan.
Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa tema Hari Ibu yang mengangkat tema “Ibu Sebagai Cahaya di Setiap Langkah” harus dimulai dari rumah.
“Jika ibu ingin dianggap sebagai cahaya, maka ibu juga harus menciptakan cahaya,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, dari sisi tertentu hal tersebut menjadi keprihatinan, namun sekaligus harapan karena anak-anak masih membutuhkan sosok ibu.
Ia mengaku sempat membaca karya para peserta yang seluruhnya menunjukkan kecintaan mendalam kepada ibu.
“Berbanggalah para ibu yang mendapat tulisan dari anak-anaknya. Berbanggalah yang masih disayangi oleh anak-anaknya. Itulah ibu sebagai cahaya bagi anak,” katanya.
Lebih lanjut Ipuk menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam meningkatkan peran ibu sebagai pilar keluarga dan pembangunan daerah.
Menurutnya, ibu memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
“Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi terus menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga pemberdayaan, salah satunya melalui program rembuk perempuan dan anak untuk menyerap aspirasi agar program pemerintah benar-benar dekat dan dirasakan manfaatnya,”katanya.
Selain itu, Pemkab juga menghadirkan berbagai program ramah perempuan agar para ibu dapat mengakses pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial.
Sementara itu, sebelum menyampaikan sambutan, Bupati Ipuk menyempatkan diri meninjau sekaligus memberikan penilaian terhadap karya lomba desain poster dan surat kanggo Bupati yang dibuat para siswa.
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi mengatakan, Lomba Inspiratif Hari Ibu 2025 terdiri dari tiga lomba, yakni “Menulis Surat Kanggo Bupati”, “Lomba Desain Poster”, dan “Wawarah” atau presentasi inspiratif. Seluruhnya mengusung tema besar kasih sayang seorang ibu.
“Tema ini tidak hanya tentang ibu kandung, tetapi juga sosok ibu lain yang bisa menjadi inspirasi, termasuk figur Ibu Bupati Banyuwangi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kreativitas peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Hampir 95 persen surat tidak hanya ditulis di atas kertas, tetapi dikemas secara kreatif, ada yang dua dimensi, tiga dimensi, dan lainnya. Isinya juga jauh lebih berkembang dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin