RADARBANYUWANGI.ID - Para siswa di Banyuwangi mulai memasuki masa liburan semester ganjil sejak Senin (22/12) hingga kembali masuk sekolah pada 2 Januari tahun depan.
Seiring dengan libur sekolah tersebut, pelayanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut berhenti, meski sebelumnya program ini sempat dicanangkan tetap berjalan di tengah masa liburan.
Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) Jawa Timur Bayu Prakasa mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan dapur SPPG tidak dapat beroperasi selama liburan.
“Yang pertama, dana di virtual account (VA) dari BGN sudah habis, sehingga dapur tidak bisa melanjutkan operasional produksi Badan Gizi Nasional (MBG),” ujarnya.
Selain kendala pendanaan, Bayu menyebutkan faktor lain datang dari pihak sekolah. Menurutnya, sejumlah sekolah menolak untuk mengumpulkan siswa selama masa liburan guna menerima bantuan MBG, meski dalam bentuk paket kering.
“Beberapa pihak sekolah menolak untuk mengumpulkan siswa saat liburan demi menerima MBG dengan paket kering,” katanya.
Bayu menambahkan, apabila sekolah menyatakan penolakan, maka pihaknya dianjurkan membuat surat pernyataan kepada dapur SPPG.
”Jika sekolah menolak, mereka membuat surat pernyataan ke dapur SPPG bahwa tidak menerima MBG diberikan selama liburan sekolah,” pungkasnya. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin