RADARBANYUWANGI.ID - Musabaqah ke-18 Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi berlangsung semarak di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern King Abdul Aziz, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, pada Jumat (19/12) malam.
Kegiatan ini diikuti ribuan santri dari ponpes yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Sunrise of Java.
Acara silaturahmi antarponpes ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajarannya, Kepala Kemenag Banyuwangi Chairani Hidayat, Ketua PCNU Banyuwangi Sunandi Zubaidi, serta para tokoh kiai se-Kabupaten Banyuwangi.
Dengan ucapan bismillah, ketukan mikrofon, serta tabuhan rebana, Musabaqah ke-18 RMI NU Banyuwangi resmi dibuka.
Kegiatan rutin yang digelar setiap dua atau tiga tahun ini menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarponpes se-Kabupaten Banyuwangi yang dibalut dengan musabaqah.
Dengan demikian, penilaian kemampuan santri tidak hanya di tingkat pesantren atau internal, melainkan juga dapat dipertanggungjawabkan secara eksternal.
Ketua RMI Banyuwangi Muhamad Riza Azizi mengatakan, Musabaqah ke-18 RMI NU Banyuwangi digelar di Ponpes Modern King Abdul Aziz selama tiga hari.
Jumlah peserta mencapai 1.644 santri dari ponpes yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
“Pesertanya dari sekitar 100 pondok di Banyuwangi,” kata pria yang akrab disapa Gus Riza.
Untuk cabang lomba, kata Gus Riza, di antaranya pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, membaca kitab, hafalan, serta lomba kemampuan hafalan santri (muhafazah santri) pada beberapa mata pelajaran.
Selain ajang silaturahmi, perlombaan ini juga bertujuan untuk mengasesmen kemampuan para santri.
“Sekaligus transformasi ponpes dari segi layanan. Jika dulu dilakukan secara manual, sekarang sudah berbasis digital dari berbagai aspek layanan,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Musabaqah ke-18 RMI NU Banyuwangi bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana meningkatkan kompetensi santri agar mampu menunjukkan keahlian masing-masing.
“Dalam kegiatan ini, santri diajak meningkatkan jiwa percaya diri dan jiwa petarung, serta mampu mengamalkan adab dan ilmunya,” katanya.
Ipuk berharap, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai NU, para santri dapat mewarnai lingkungan sekitarnya dengan ilmu agama, sehingga menjadi panutan dan teladan masyarakat.
Ia juga berharap dari kalangan santri kelak lahir pemimpin-pemimpin di Kabupaten Banyuwangi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi Qurani yang lebih bermanfaat, tidak hanya bagi Banyuwangi, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Pengasuh Ponpes Modern King Abdul Aziz Imam Misbah mengatakan, kegiatan silaturahmi yang dibalut musabaqah ini diharapkan membawa manfaat positif bagi pondok pesantren.
Selain melibatkan ponpes, masyarakat sekitar juga diberdayakan dalam kegiatan tersebut.
“Acara berjalan lancar, semoga membawa maslahat bagi pesantren ke depannya,” katanya.
Editor : Agung Sedana