Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keutamaan Doa di Bulan Rajab: Peluang Mustajab Menjelang Ramadhan

Ali Sodiqin • Jumat, 19 Desember 2025 | 21:22 WIB

Ilustrasi: Doa bulan Rajab.
Ilustrasi: Doa bulan Rajab.

RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Rajab kembali hadir sebagai salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Selain dikenal sebagai salah satu bulan haram, Rajab diyakini membawa keberkahan tersendiri bagi muslim yang memperbanyak doa dan ibadah.

Para ulama menyebut Rajab sebagai pintu pembuka menuju Syaban dan Ramadan, sehingga banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk memperdalam spiritualitas dan memperbanyak doa.

Dalam sejarah Islam, Rajab menempati urutan ketujuh dalam kalender Hijriah dan menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Baca Juga: Tata Cara Puasa Rajab: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Anjurannya dalam Islam

Di bulan ini, umat dianjurkan meningkatkan doa, zikir, dan istighfar sebagai bentuk persiapan menghadapi puncak ibadah Ramadhan tiga bulan mendatang.

Ustadz Muqorrobin dari Banyuwangi mengungkapkan, Rajab adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa.

“Doa di bulan Rajab memiliki nilai yang sangat mulia. Banyak ulama sepakat bahwa Rajab adalah momentum memperbaiki hati, kembali kepada Allah, serta memohon ampunan dan kelapangan rezeki,” ujarnya.

Menurutnya, doa yang dipanjatkan di bulan ini dinilai sebagai tanda kesungguhan seorang muslim untuk memperkuat iman sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Menyambut Bulan Rajab, Menyucikan Hati dan Memperbaiki Diri

Doa Mustajab di Waktu Mulia

Meski tidak ada dalil khusus tentang doa tertentu di bulan Rajab, para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak doa kebaikan dunia dan akhirat.

Salah satu doa yang paling banyak dipanjatkan adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Allāhumma bārik lanā fī rajaba wa sya‘bāna wa ballighnā ramadhān.”

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”

Doa tersebut bukan hanya sebagai permohonan umur panjang hingga Ramadhan, tetapi juga penguatan mental dan iman agar umat Islam mempersiapkan diri dengan matang.

Momentum Muhasabah dan Penguatan Iman

Di berbagai daerah, masjid mulai menggelar kajian dan zikir akbar menyambut Rajab.

Kegiatan serupa juga berlangsung di sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang menekankan keutamaan doa sebagai jalan muhasabah.

“Rajab bukan hanya soal ritual. Ini waktu yang tepat buat kita kembali mengevaluasi diri. Dengan banyak berdoa, kita memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama,” tambah Ustadz Robin.

Dirinya menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan tidak hanya sebatas ibadah personal, tetapi juga berdampak sosial. Umat dianjurkan mendoakan keselamatan bangsa, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Mempersiapkan Mental Sambut Ramadan

Ulama menyebut, doa di bulan Rajab tidak terpisahkan dari perjalanan spiritual menuju Ramadhan. Konsistensi doa di bulan ini membuat hati lebih lembut dan jiwa lebih tenang.

Tak sedikit umat Islam yang mulai menuliskan daftar doa panjang menjelang Rajab: mulai dari permohonan kesehatan, kelapangan rezeki, hingga harapan kehidupan rumah tangga.

“Doa itu energi. Rajab memberikan ruang waktu untuk menghadirkan ketenangan batin. Ini bulan penyembuhan hati,” ujar Ustadz Robin.

Rajab pun menjadi simbol kesiapan mental kaum muslimin untuk menghadapi ibadah besar lain: seperti puasa Syaban, tarawih, dan Ramadan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Doa bulan Rajab #ramadhan