RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Rajab menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Salah satunya melalui puasa sunnah.
Banyak masyarakat mulai mencari penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan puasa Rajab yang benar sesuai tuntunan para ulama.
Rajab merupakan bulan ke-7 dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram.
Baca Juga: Profil Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi Termuda yang Ditangkap KPK
Selain Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, Rajab dianggap istimewa karena umat Islam dianjurkan memperbanyak amal, terutama puasa sunnah.
Ustadz Akhrori SAg dari Banyuwangi menjelaskan tata cara puasa Rajab tidak jauh berbeda dengan puasa sunnah lainnya.
“Puasa Rajab tidak memiliki tata cara khusus yang berbeda. Yang penting adalah menjaga niat, syarat sah puasa, serta adab-adabnya,” ujarnya.
Baca Juga: One Piece 1169: Pengorbanan Raja Harald dan Rahasia Besar Imu Terungkap
Dimulai dengan Niat
Ustaz Karim mengatakan niat bisa dibaca sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu Dzuhur apabila belum makan atau minum sejak Subuh. Berikut bacaan niat puasa Rajab yang umum dipakai umat Islam:
1. Untuk niat malam hari (sebelum subuh)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَىٰ
Latin:
Nawaitu ṣawma ghadin ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta‘ala.”
2. Jika lupa berniat malam hari, niat di siang hari (belum makan-minum sejak subuh)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَىٰ
Latin:
Nawaitu ṣawma hādzal-yaumi ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Rajab pada hari ini karena Allah Ta‘ala.”
Waktu Pelaksanaan Fleksibel
Tidak ada ketentuan wajib berpuasa selama sebulan penuh. Umat Islam dapat memilih hari tertentu di dalam bulan Rajab untuk melaksanakan puasa sunnah.
“Boleh setiap hari, boleh Senin-Kamis, boleh memilih tanggal-tanggal tertentu. Yang penting tidak menganggapnya wajib,” jelasnya.
Selain itu, umat diimbau tidak melakukan puasa khusus pada malam atau hari tertentu yang tidak memiliki dasar kuat dari ulama.
Adab yang Dianjurkan
Selain menahan lapar dan dahaga dari Subuh hingga Magrib, adab puasa Rajab meliputi:
– memperbanyak istighfar,
– menjauhi maksiat,
– menjaga ucapan,
– memperkuat sedekah,
– memperbanyak salat sunnah dan membaca Qur’an.
“Tidak hanya berpuasa, seluruh amal ibadah dianjurkan meningkat. Rajab adalah masa pemanasan sebelum Ramadhan,” tegasnya.
Tidak Menyerupai Puasa Wajib
Ulama menegaskan puasa Rajab bukan ibadah wajib. Meski dianjurkan, porsi puasa tetap mempertimbangkan kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.
Di sejumlah daerah di Indonesia, umat mulai menyiapkan kalender puasa sunnah untuk Rajab.
Masjid dan lembaga pendidikan Islam juga mulai menggelar kajian bertema keutamaan bulan suci ini sebagai bekal menyambut Ramadhan.
Dengan dasar anjuran para ulama, puasa Rajab menjadi jalan memperkuat spiritualitas. Tidak hanya ibadah personal, tetapi juga hubungan sosial, melalui sedekah dan saling membantu.
Puasa Rajab pun dipandang sebagai amalan pembuka menuju puncak ibadah umat Islam, yaitu bulan Ramadhan.
Karena itu, semakin banyak muslim memilih memanfaatkan Rajab sebagai bulan penguatan iman dan keteraturan ibadah. (*)
Editor : Ali Sodiqin